Para biksu, [melihat] anicca (berubah-ubah dan tak dapat diandalkan) sebagai nicca (permanen dan dapat diandalkan) adalah distorsi persepsi, distorsi citta, distorsi cara pandang. Para biksu, [melihat] penderitaan (dukkha) sebagai kebahagiaan (sukha) adalah distorsi persepsi, distorsi citta, distorsi cara pandang. Para biksu, [melihat] anatta (tanpa ‘sosok’) sebagai atta (memiliki ‘sosok’) adalah distorsi persepsi, distorsi citta, distorsi cara pandang. Para biksu, melihat asubha (ketidakmurnian) sebagai sesuatu yang indah (subha) adalah distorsi persepsi, distorsi citta, distorsi cara pandang.
Para biksu, inilah empat jenis dari distorsi persepsi (sanna), distorsi citta, distorsi cara pandang (ditthi).
***
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center. Juli 2018.





