Saya tahu bahwa, setelah lama melakukan tindakan-tindakan bajik, saya telah lama mengalami hasil yang membahagiakan, menggembirakan, menyenangkan, menawan dan memikat. Setelah menumbuhkembangkan hati yang penuh cinta kasih selama tujuh tahun, selama tujuh kalpa penyusutan dan pembentukan (jagat raya), saya tidak terlahir ke alam ini. Selama kalpa penyusutan, saya terlahir di Alam Abhassara. Selama kalpa pembentukan, saya terlahir kembali di alam Brahma yang kosong. Di sana, saya adalah Mahabrahma, Penakluk Tak Terkalahkan, Melihat Segalanya, dan Penguasa yang Berdaulat. Lalu, selama 36 kali, saya menjadi Sakka, pemimpin para dewa. Selama ratusan kali saya adalah Raja Cakkavati, raja Dhamma yang bajik, penakluk keempat penjuru bumi, menguasai secara kokoh daerah-daerah luar kota, memiliki tujuh harta karun - tak perlu lagi menyebut berapa kali saya terlahir sebagai penguasa setempat.
Timbul pikiran demikian dalam benakku: 'Apa tindakanku sehingga membuahkan hasil ini, tindakan apa yang menghasilkan hal ini, sehingga sekarang saya memiliki kekuasaan dan kekuatan yang begitu besar?' Kemudian pikiran demikian terlintas di benakku: 'Ini adalah hasil dari tiga (jenis) karma, akibat dari tiga jenis karma, sehingga sekarang saya memiliki kekuasaan dan kekuatan yang begitu hebat; yakni kemurahan hati (dana), pengendalian diri (dama), dan penguasaan diri (sanna).'"
Lakukanlah tindakan-tindakan yang menghasilkan potensi positif
yang membawa kebahagiaan langgeng -
Tumbuhkembangkan kemurahan hati (dana),
cara hidup yang selaras (samacariya),
hati yang penuh cinta kasih (mettacitta).
Dengan menumbuhkembangkan ketiga hal ini
yang membawa kebahagiaan agung,
Para pandita terlahir kembali
di alam kebahagiaan sejati.
***
Sumber: https://www.accesstoinsight.org/tipitaka/kn/iti/iti.1.001-027.than.html#top.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.
Februari 2018.





