Materi Dharma
Doa & Praktik
Doa & Praktik
Dharani yang disebut “Memiliki Anggota-anggota Tubuh dari Semua Buddha” (The Dharani Called “Possessing the Limbs of All the Buddhas”)
________________________________________________________________________
Dalam bahasa India: Ārya sarva buddhādgavatī nāma dhāraṇī
Dalam bahasa Tibet: pagpa sanggye tamche kyi yenlag dang den pa zhe ja we zung (‘phags pa sangs rgyas thams cad kyi yan lag dang ldan pa zhes bya ba’i gzung)
Dalam bahasa Inggris: The Dharani Called “Possessing the Limbs of All the Buddhas”
Sujud kepada semua Buddha dan Bodhisattva.
Demikianlah yang telah saya dengar. Bhagavan sedang berada di tepi Sungai Gangga bersama Empat Maharajika. Pada saat itu, Bhagavan bersabda demikian kepada Empat Maharajika, Vaishravana dan yang lainnya: “Para Raja Agung, ada empat jenis ketakutan yang dialami oleh pria dan wanita dewasa serta anak laki-laki dan anak perempuan. Apa keempat ketakutan itu? Itu adalah penuaan, penyakit, kemunduran dan kematian. Lebih lanjut, di antara keempat hal tersebut, ketakutan yang paling ditakuti adalah ketakutan akan Raja Kematian. Tanpa mampu melawannya dan tanpa mempunyai obat penawar untuk itu, mereka selalu dikejar oleh kematian. Para Raja Agung, sekarang saya akan ajarkan kalian obat penawar untuk ketakutan yang paling ditakuti tersebut.”
Kemudian, Empat Maharajika menjawab demikian kepada Bhagavan: “Bhagavan, dengan sepenuhnya menganugerahkan kehidupan, Engkau menjaga semua makhluk. Hari ini, kami telah mendapatkan suatu manfaat dengan baik sekali.”
Kemudian, Bhagavan pergi menuju penjuru Timur and bersemayam di sana, membuat permohonan kepada semua Tathagata dengan suara jentikan jari dan berkata demikian: “Semua Tathagata, Arhat, Samyaksambuddha, berdasarkan welas asih kepada semua makhluk, semoga para Buddha yang telah mencapai Anuttara Samyaksambodhi, mohon bantulah saya! Kemudian, setelah menerima inspirasi dari semua Buddha, saya akan sepenuhnya mencegah kematian yang terjadi sebelum waktunya dari semua makhluk. Saya juga akan memutar roda Dharma untuk kedua kalinya seperti yang pernah saya lakukan.”
Begitu juga, beliau membuat permohonan kepada semua Tathagata di penjuru Selatan, Barat, Utara, atas dan bawah dengan berkata demikian: “Semua Tathagata, Arhat, Samyaksambuddha, berdasarkan welas asih kepada semua makhluk, semoga para Buddha yang telah mencapai Anuttara Samyaksambodhi, mohon bantulah saya! Begitu pula, beliau juga berkata demikian kepada yang berada di penjuru-penjuru tengah agar tercapainya kehidupan, kekuatan dan penampilan yang baik dan agar tidak muncul ketakutan karena kematian sebelum waktunya, dengan berkata: “Semua Buddha, mohon bantulah saya!”
Kemudian, para Bhagavan Buddha memenuhi alam-alam jagat raya, bagaikan biji-biji wijen – betapapun banyaknya planet-planet bumi yang ada di sepuluh penjuru yang tampak bagi para Buddha. Setelah berkenan membantu Tathagata, semua Tathagata berkata demikian: “Tadyathā – chalā chalā chale – vinati – svastike – chakra – adgati – praśḥa mantu – sarva roga – anṭe kunaṭe – mahā kunaṭe – chare charere – hema gari – hema gauri – hema niśhunti – hema sisi – kaurve kaurvave – he kurare – kurare – kumati - viṣḥa samaṇe – śīṣhūbhi – chale chale – vichale – māvi lamba – humu humu svāhā.”
Juga, semua Bhagavan Pemegang Ajaran Rahasia, betapapun banyaknya yang ada, setelah duduk berdekatan dengan semua Tathagata, berkata: “Hūṃ hūṃ sisi svāhā.” Mereka mengucapkan demikian dan semua Tathagata menghilang.
Kemudian, Raja Agung Vaishravana menjawab demikian kepada Bhagavan: “Bhagavan, saya juga akan melindungi mereka dengan inspirasi dari para Tathagata. Saya akan mencegah kematian sebelum waktunya. Tadyathā – ṣhvete – ṣhvete – ṣhvete – le lili.” Juga, Virudhaka berkata: “Mātaṃ ge mātaṃ ge – mātaṃ gini – śhūmā śhūmu.” Juga, Dritirashta berkata: “Chare charere svāhā.” Virupaksha juga berkata: “Balim baba.”
Bhagavan berkata demikian: "Para Raja Agung, ketika seseorang melafalkan mantra prajna ini, yang diketahui oleh semua Buddha, sekali sehari, putra atau putri dari keluarga agung tersebut akan membangkitkan pengalaman dari Guru. Putra atau putri dari keluarga agung tersebut tidak akan terjatuh ke tiga alam rendah. Ia akan memberikan manfaat kepada semua makhluk. Siapapun, untuk sehari, melafalkan kata-kata ini demi semua makhluk dan siapapun yang membacanya, akan terbebas dari ketakutan akan kematian sebelum waktunya. Penyakit-penyakit maut tidak akan muncul pada tubuhnya. Air tidak akan mengakibatkan kematian, tidak juga api, senjata-senjata, tidak juga racun maupun petir. Tempat-tempat di mana para Jinaputra melafalkan mantra prajna ini, akan diketahui oleh para Buddha dan para Bodhisattva. Dengan menulis atau membacanya, ia akan dipuja oleh semua yang melayani para Bhagavan Buddha. Mengapa demikian? Karena para Tathagata telah mengajarkan 'Mereka yang melayani semua makhluk, melayani para Buddha.' Siapapun, setelah menulisnya, menempelkannya pada bagian-bagian anggota tubuhnya, semua anggota tubuhnya akan terlindungi."
Setelah Bhagavan berkata demikian, [Empat Maharajika bersuka-cita dan memuji apa yang dikatakan Bhagavan].
Catatan: Untuk memudahkan pengucapan mantra-mantra, alih aksara Sanskerta telah sedikit diperbaharui dimana c ditulis sebagai ch, ṣ sebagai ṣh, dan ś sebagai śh.
Tanda penerbit: Atas nasehat Kyabje Zopa Rinpoche untuk melafalkan dharani ini untuk panjang umur dari Geshe Jampa Gyatso, dharani ini kemudian diterjemahkan dari bahasa Tibet ke bahasa Inggris. Terjemahan dilakukan oleh Joan Nicell di Instituto Lama Tzong Khapa, Pomaia, Itali, Mei 2007.
@Joan Nicell dan Instituto Lama Tzong Khapa, 2007.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center, Indonesia.
Aug 2009.






