Guru, ingatlah saya!
Guru, ingatlah saya!
Kebijaksanaan mahasukha dari semua Buddha, satu cita rasa dengan Dharmakaya, adalah keberadaan tertinggi dari semua Guru yang bajik. Saya mohon kepada-Mu, Guru, Dharmakaya, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Penampakan ilusi dari prajna itu sendiri, Jina dengan tujuh bagian, adalah landasan tertinggi dari emanasi semua Guru yang bajik. Saya mohon kepada-Mu, Guru, Sambhogakaya, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Permainan dari berbagai emanasi, mengikuti kecenderungan berbagai makhluk yang akan dijinakkan, adalah tindakan dari Sambhogakaya para Guru yang bajik. Saya mohon kepada-Mu, Guru, Nirmanakaya, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Permainan dari Trikaya yang tak terpisahkan, muncul dalam wujud Guru, merupakan satu esensi dari semua Guru yang bajik. Saya mohon kepada-Mu, Guru, Trikaya yang tak terpisahkan, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Semua Istadevata dalam wujud damai dan beringas yang jumlahnya tak terhingga juga adalah sifat keberadaan Guru, dan karena tidak ada Istadevata yang terpisah dari Guru yang bajik itu sendiri, saya mohon kepada-Mu, Guru, penjelmaan semua Istadevata, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Perwujudan biasa dari semua Buddha muncul dalam aspek Guru, karena itu tidak ada Buddha yang terpisah dari Guru yang bajik itu sendiri. Saya mohon kepada-Mu, Guru, penjelmaan semua Buddha, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Perwujudan prajna, karuna, dan kekuatan semua Buddha muncul sebagai Guru, karena itu para Bhagavan dari tiga keluarga juga adalah Guru yang bajik itu sendiri. Saya mohon kepada-Mu, Guru, penjelmaan tiga keluarga, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Seratus keluarga, lima keluarga dan tiga keluarga, betapapun banyaknya adalah Guru. Guru yang mencakup semua keluarga adalah juga Guru itu sendiri. Saya mohon kepada-Mu, Guru, sebagai Guru dari semua keluarga, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Pencipta semua Buddha, Dharma, dan Sangha adalah Guru. Ia yang menggabungkan ketiga Trisarana adalah Guru yang bajik itu sendiri. Saya mohon kepada-Mu, Guru, yang kehadiran-Nya menggabungkan semua pengandalan, mohon jagalah saya agar selalu tak terpisahkan, dalam hidup ini, kehidupan-kehidupan mendatang dan antarabhava.
Memikirkan perwujudan sesungguhnya dari semua Buddha muncul dalam aspek Guru dan dengan welas asih menjagaku – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan bagaimana Engkau menunjukkan jalan spiritual tanpa salah kepadaku, makhluk yang malang, yang ditinggalkan oleh semua Buddha – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan tubuh yang berharga ini, bernilai tinggi dan sukar didapatkan dan ingin mengambil intisarinya dengan pilihan tepat antara keuntungan dan kerugian, kebahagiaan dan penderitaan – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan pengalaman karena tidak mengetahui apa yang harus dilakukan ketika kematian yang sangat menakutkan secara mendadak menimpaku – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan pengalaman tiba-tiba berpisah dari semua kesempurnaan hidup ini, dan menjalaninya sendirian – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan pengalaman tubuh telanjang ini jatuh ke dalam api-api neraka yang menakutkan dan tidak tahan mengalaminya – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan bagaimana penderitaan lapar dan haus, tanpa setetes air pun, yang dialami secara langsung oleh makhluk-makhluk preta yang malang – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan betapa menderita dan malangnya menjadi hewan yang bodoh dan bagaimana rasanya bila saya mengalaminya sendiri – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan andalan untuk melindungi saya dari hal ini, karena sekarang saya hampir terjatuh ke alam-alam rendah – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan bagaimana karma-karma putih dan hitam dialami dan bagaimana mempraktikkan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan cara membebaskan diri dari penjara samsara tanpa akhir ini, sumber semua penderitaan – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Memikirkan keadaan menyedihkan ibu-ibuku yang tua, yang jumlahnya memenuhi angkasa, terjatuh ke dalam samudera samsara yang menakutkan dan tersiksa di sana – mengingatkanku pada-Mu, Guru.
Oleh karena itu, Guru, mohon berikanlah inspirasi untuk membangkitkan pengalaman spontan dari tiga realisasi utama jalan spiritual yang mendalam dan kedua tahap dalam kesinambungan kesadaranku.
Mohon berikanlah saya inspirasi untuk berjuang sepenuh hati mempraktikkan tiga latihan spiritual dengan tekad kuat untuk keluar dari samsara, untuk mencapai pembebasan.
Mohon berikanlah saya inspirasi untuk berlatih dalam Bodhicitta tertinggi yang berharga dengan sikap khusus mengambil tanggung jawab sendiri untuk membebaskan semua makhluk dalam samsara.
Mohon berikanlah saya inspirasi untuk mengikuti para Jina yang jumlahnya seperti lautan dengan motivasi untuk menyempurnakan tindakan-tindakan luhur para Bodhisattva.
Mohon berikanlah saya inspirasi untuk merealisasi pandangan benar, bebas dari kedua ekstrim, dimana shunyata dan pratityasamutpada, penampakan dan shunyata, saling melengkapi.
Mohon berikanlah saya inspirasi dengan cepat untuk membangkitkan pengalaman menerapkan Trikaya dalam jalan spiritual, mematangkan landasan-landasan dari kelahiran, kematian dan antarabhava.
Mohon berikanlah saya inspirasi untuk tampil sebagai tubuh suci ilusi itu sendiri, permainan dari empat sukha dan empat shunyata ketika prana dan citta terserap ke dalam nadi tengah (avadhuti).
Mohon berikanlah saya inspirasi untuk bertemu Guru tertinggi – keberadaan citta saya yang sesungguhnya dan agar persepsi yang menganggap adanya keberadaan hakiki dihilangkan.
Mohon berikanlah saya inspirasi agar menjadi tak terpisahkan dengan tiga rahasia-Mu, Guru, dalam Dharmakaya luas dari mahasukha, yang telah melenyapkan berkembangnya kedua rintangan.
Singkatnya, mohon bersemayamlah terus di tengah-tengah cakra hati saya hingga penggugahan sempurna, dan dengan welas asih berikanlah inspirasi kepada saya, seorang anak, untuk mengikuti-Mu, Bapa.
Guru, ingatlah saya!
Guru, ingatlah saya!
Guru, ingatlah saya!
Memanggil Guru dari Jauh (versi singkat)
Guru, ingatlah saya!
Guru, ingatlah saya!
Guru, ingatlah saya!
Guru yang bajik, menghilangkan kegelapan avidya;
Guru yang bajik, membabarkan jalan pembebasan;
Guru yang bajik, membebaskan dari lautan samsara;
Guru yang bajik, menghilangkan penyakit-penyakit dari lima racun;
Guru yang bajik, permata pengabul keinginan;
Saya mohon kepada-Mu:
Berikanlah saya inspirasi untuk mengingat anitya dan kematian dalam hati saya.
Dan membangkitkan pikiran berkelimpahan dalam citta saya.
Guru yang bajik, mohon berikanlah saya inspirasi untuk mencapai samadhi di tempat-tempat sunyi, agar praktik-praktik saya terbebas dari halangan-halangan.
Guru yang bajik, mohon berikanlah saya inspirasi agar semua kondisi buruk tampak bermanfaat.
Guru yang bajik, mohon berikanlah saya inspirasi untuk mencapai kedua tujuan – untuk saya dan makhluk-makhluk lain tanpa kesukaran.
Guru yang bajik, mohon berikanlah saya inspirasi dengan cepat, sangat cepat.
Mohon berikanlah saya inspirasi pada saat ini juga.
Mohon berikanlah saya inspirasi pada sesi ini juga.
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.
Revisi: Sep 2009.






