Doa & Praktik

Puja Buddha Shakyamuni

Puja Buddha Shakyamuni biasanya dilakukan pada hari-hari khusus, terutama pada hari Saka Dawa (Waisak).

Termasuk dalam puja ini adalah penghormatan dengan merenungkan "Cerita Tiga Puluh Empat Kelahiran" dalam "Jatakamala" (Untaian Kisah Jataka), bagaimana Buddha Shakyamuni menjalankan paramita-paramita dalam kehidupan-kehidupan beliau sebelumnya untuk memberi manfaat kepada banyak makhluk:

Suatu waktu, Bhagavan, ketika Engkau terlahir sebagai seorang Brahmana, karena welas asih tak tertahankan melihat penderitaan seekor harimau betina dan anak-anaknya, Engkau memberikan tubuh-Mu. Penyembuh klesha - Sujud kepada-Mu.

Suatu waktu, ketika terlahir sebagai Raja Sibi, tanpa penyesalan Engkau memberikan semua harta milik-Mu; kepada seorang Brahmana buta, kedua mata Engkau berikan. Engkau yang membuat si buta melihat - Sujud kepada-Mu.

Suatu waktu, ketika Engkau adalah raja di Kosala, mengingat kehidupan-Mu sebelumnya, Engkau berkata, lihatlah hasil berlimpah dari kemurahan hati hanya seperti bubur yang asam! Mengajarkan Dharma yang sesungguhnya kepada orang-orang -Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah seorang pedagang yang berani dalam memberi, karena tidak tahan melihatnya, Mara menciptakan sebuah lubang api. Dengan gagah berani, Engkau menyeberangi lubang api tersebut dan membuat persembahan kepada seorang Arya - Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah seorang pedagang bernama Avisahya, untuk menguji-Mu, para dewa membuat semua harta milik-Mu lenyap, tetapi dengan memotong rumput dan menjualnya, dengan uangnya Engkau menyokong mereka yang membutuhkan - Sujud kepada-Mu.

Ketika terlahir sebagai guru kelinci, Engkau mengajarkan Dharma kepada para pengikut-Mu, dan untuk memberi makan seorang Brahmana yang kelaparan, Engkau sendiri melompat ke dalam api, kemudian Indra mengangkat-Mu dan memperlihatkan keajaiban ini kepada semua - Sujud kepada-Mu.

Terlahir sebagai seorang Brahmana, hidup dalam kesederhanaan dan kedisiplinan di hutan, meskipun selama tiga hari seorang dewa mengambil makanan-Mu, Engkau masih tetap memberi tanpa penyesalan atau keterikatan, hidup dalam kegembiraan samadhi - Sujud kepada-Mu.

Terlahir sebagai Raja Mitri-bala, dengan cinta kasih Engkau menjaga semua makhluk. Dengan daging dan darah-Mu sendiri, Engkau memberi makan lima yaksha, sambil mengatakan, ketika saya menjadi seorang Buddha, saya akan memberikanmu nektar -Sujud kepada-Mu.

Terlahir sebagai Pangeran Visvantara, Engkau memberikan semua yang Engkau sayangi, termasuk kekayaan, gajah, putra dan putri-Mu. Dengan pemberian tanpa rasa takut, Engkau membuat semua makhluk bahagia - Sujud kepada-Mu.

Suatu waktu, terlahir sebagai raja budiman, Engkau menyelamatkan kehidupan-kehidupan binatang yang jumlahnya tak terhingga, dengan melarang pengorbanan hewan; semua rakyat-Mu Engkau bimbing dalam sepuluh kushalakarma. Sempurna dalam kemurahan hati - Sujud kepada-Mu.

Ketika terlahir sebagai raja dewa, di tengah-tengah pertempuran dengan para asura Engkau melihat sebuah sarang burung dan menyelamatkan anak-anak burung tersebut, tanpa menghiraukan diri-Mu sendiri. Pemegang moralitas - Sujud kepada-Mu.

Ketika terlahir sebagai seorang Brahmana, guru-Mu mengatakan kepada-Mu, para Brahmana yang terdesak diperbolehkan untuk mencuri, tetapi Engkau menjawab bahwa mencuri itu tidaklah tepat. Sempurna dalam moralitas - Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah raja para Sibi, menteri-Mu menawarkan kepada-Mu Unmadayanti yang cantik, tetapi Engkau mengatakan, walaupun itu mengorbankan hidup saya, saya tidak akan melakukan pelecehan seksual. Pemegang moralitas murni - Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah seorang nakhoda kapal, dengan kebenaran kata-kata, Engkau mengarungi samudera luas dan memuaskan keinginan orang-orang dengan berbagai macam permata. Suparaga, Pelintas yang Ulung - Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah raja ikan, dan sewaktu ikan-ikan kecil terancam akibat mengeringnya danau dan ancaman berbagai jenis burung, Engkau menyelamatkan mereka dengan kata-kata kebenaran yang mendatangkan hujan. Engkau yang terampil dan penuh mahakaruna - Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah seekor burung puyuh, hutan yang terbakar mengelilingi-Mu, tetapi dengan mengucapkan kata-kata kebenaran, Engkau membalikkan kobaran api, menyelamatkan makhluk-makhluk yang jumlahnya tak terhingga dan membuat mereka bahagia. Engkau yang mempunyai daya kebenaran - Sujud kepada-Mu.

Suatu waktu, ketika Engkau adalah Shakra, raja para dewa, melihat seorang raja dan orang-orang di sekelilingnya menderita karena dipengaruhi kebiasaan meminum minuman keras, Engkau mengajar transformasi kepada mereka secara terampil dan mengarahkan mereka pada kebajikan. Tiada bandingnya, pembimbing terbaik para makhluk - Sujud kepada-Mu.

Suatu waktu, Bhagavan, ketika Engkau terlahir sebagai ksatria yang kaya raya, didorong oleh ketidakterikatan (alobha), memahami kerugian-kerugian dari keterikatan (lobha), Engkau meninggalkan semua kesenangan samsara dan melanjutkan kehidupan suci - Sujud kepada-Mu.

Terlahir dalam silsilah keluarga Brahmana yang terkenal, Engkau meninggalkan semua kekayaan untuk bermeditasi dalam hutan, menjadikan kondisi-kondisi buruk sebagai jalan spiritual, meninggalkan pikiran menyakiti, dan mengajarkan Dharma kepada para sahabat-Mu - Sujud kepada-Mu.

Suatu waktu, Engkau adalah bendahara raja, ketika mendengar kebajikan-Mu diceritakan oleh yang lain, Engkau meninggalkannya dan dengan gembira melanjutkan hidup-Mu. Sempurna dalam moralitas - Sujud kepada-Mu.

Terlahir sebagai seorang Brahmana, Engkau meninggalkan rumah dan berkelana, dan dikenal sebagai Cudabodhi. Meskipun dihina oleh raja, Engkau tidak marah, tetapi menyambutnya dengan sabar, dan mengajarnya - Sujud kepada-Mu.

Ketika terlahir sebagai raja angsa, walaupun terperangkap dalam jerat, Engkau tidak merasa takut atau murka, tetapi dengan kemahiran dan keberanian, Engkau memutar Dharmacakra untuk Raja Brahmadatta dan para pelayannya - Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah Mahabodhi sang pengembara, banyak yang menghina-Mu, tetapi Engkau menunjukkan kesabaran, bukan kemurkaan, dan kepada raja dan orang-orang di sekelilingnya yang berpandangan salah, Engkau menunjukkan keberadaan yang sesungguhnya - Sujud kepada-Mu.

Ketika terlahir sebagai seekor kera, Engkau menggendong seorang pria yang terjatuh ke dalam jurang di punggung-Mu; ketika orang jahat ini membalas kebaikan dengan kejahatan, Engkau penuh kesabaran. Penyelamat yang luar biasa - Sujud kepada-Mu.

Ketika terlahir sebagai binatang buas sarabha, raja yang menyerang-Mu terjatuh ke dalam jurang, karena welas asih, dengan menaikkannya di punggung-Mu, Engkau mengangkatnya keluar. Sahabat tunggal para pengembara - Sujud kepada-Mu.

Ketika terlahir sebagai rusa ruru, karena welas asih-Mu, Engkau menyelamatkan seorang lelaki yang kelelahan yang terhanyut oleh sungai, menerima pengkhianatannya, dan memutar Dharmacakra untuk raja dan para pengiringnya - Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah pemimpin kera dan seorang tentara menyerang bangsa kera-Mu, karena welas asih Engkau menjadikan tubuh-Mu sebagai sebuah jembatan dan menyelamatkan bangsa kera tersebut. Makhluk agung yang mengagumkan - Sujud kepada-Mu.

Ketika Engkau adalah pertapa yang bernama Kshantivadin, walaupun seorang raja memotong-motong tubuhmu, Engkau tidak marah kepadanya, tetapi sekali lagi dengan welas asih, Engkau membalasnya dengan kebaikan - Sujud kepada-Mu.

Terlahir sebagai raja para dewa Brahma, dengan welas asih Engkau mengajarkan sebab-akibat pratityasamutpada yang mendalam kepada Angadinna yang berpandangan keliru. Engkau memberi manfaat dengan segala cara - Sujud kepada-Mu.

Terlahir sebagai gajah dalam hutan yang mengerikan, karena welas asih yang tidak tertahankan melihat keadaan menyedihkan dari tujuh ratus orang yang diasingkan oleh raja, Engkau memberikan tubuh-Mu sebagai makanan mereka. Sempurna dalam kesabaran - Sujud kepada-Mu.

Terlahir sebagai 'Penghuni Rumah Besi' Pangeran Ayogrha, karena muak dengan samsara dan didorong oleh ketidakterikatan (alobha), Engkau berjuang dalam praktik Bodhicitta dan samadhi. Sempurna dalam dhyana - Sujud kepada-Mu.

Ketika, karena welas asih, Engkau mengambil wujud sebagai seekor kerbau, menerima penghinaan seekor kera dan mengajarkan sebab-akibat pratityasamutpada kepada beberapa dewa. Engkau sungguh sempurna dalam prajna - Sujud kepada-Mu.

Ketika, karena cinta kasih terhadap para makhluk, Engkau mengambil wujud sebagai seekor burung, menyembuhkan seekor singa yang menderita dan mengajarkan jalan spiritual kepada beberapa dewa, yang menyenangkan para Jina. O, Pembimbing agung para makhluk yang tiada bandingnya - Sujud kepada-Mu.

Melalui keberadaan-keberadaan tak terbatas seperti kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah terpuaskan, seperti seekor gajah yang sedang mandi, perbuatan-perbuatan yang terasa sukar bagi makhluk-makhluk lain, Engkau mencapai penggugahan sempurna. O, Guru yang penuh welas asih - Sujud kepada-Mu.

Baca Lebih Lanjut