Doa & Praktik

PENYELAMATAN HEWAN - Mengembangkan Tekad Kepedulian Kepada Sesama Berdasarkan Keyakinan dan Welas Asih untuk Mencapai Kebahagiaan Sempurna

PENYELAMATAN HEWAN
dari Bahaya, Kematian dan Penderitaan

Terlahir sebagai manusia adalah disebabkan matangnya karma-karma positif masa lampau. Meskipun begitu, manusia memiliki berbagai macam penderitaan fisik dan mental. Kita tidak memiliki kebebasan, tetapi senantiasa diliputi oleh klesha dan karma.

Secara umum, hewan-hewan mengalami lebih banyak lagi penderitaan. Mereka hampir tidak mempunyai kesempatan untuk mengakhiri penderitaan, oleh karena itu kita perlu menyelamatkan mereka dari bahaya, penderitaan dan kematian. Kita perlu membuat sebab agar mereka memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan-kehidupan mendatang, agar mereka terbebas dari samsara dan mencapai penggugahan.

Menyelamatkan hewan bukanlah sekedar membeli dan melepaskan mereka. Ini mungkin membantu untuk sementara yaitu mereka mungkin bisa hidup lebih lama, namun mereka akan tetap mengalami penderitaan yang sama, tidak memiliki kesempatan untuk mendengarkan Dharma atau mengubah citta mereka, harus mengalami berbagai macam karma negatif dan kebanyakan akan terlahir kembali di alam-alam rendah.

Kita perlu melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk mereka, sesuatu yang memberikan mereka kesempatan untuk mempurifikasi karma-karma negatif, untuk mengalami kebahagiaan dalam kehidupan-kehidupan mendatang dan yang akan menjadi sebab untuk terbebas dari samsara dan mencapai penggugahan.

Cara terbaik untuk mencapai keadaan demikian adalah membuat mereka berpradaksina mengelilingi objek-objek suci seperti stupa, rupang atau representasi suci lainnya dan kemudian memberkahi mereka dengan mantra-mantra dan doa-doa.

Berbagai macam mantra dapat dilafalkan, di antaranya mantra OM MANI PADME HUM dan mantra panjang Arya Avalokiteshvara, mantra Buddha Bhaishajyaguru, mantra-mantra dari lima Buddha purifikasi yang berdaya kuat yaitu mantra Buddha Akshobhya, mantra Buddha Vairocana, mantra Sinar Cahaya Murni Tanpa Noda, mantra Puncak Tertinggi Tanpa Noda, dan mantra Cakra Pengabul Keinginan Amogabasha.

Melafalkan ajaran-ajaran lamrim, shunyata, dan Bodhicitta juga akan meninggalkan tilasan-tilasan positif dalam kesinambungan kesadaran hewan-hewan tersebut. Sebagai hasilnya, pada kehidupan mendatang mereka akan memperoleh tubuh manusia. Mereka dapat bertemu dengan Dharma; mendengarkan, merenungkan dan memeditasikan ajaran serta mewujudkan marga spiritual.

Menyelamatkan hewan-hewan dari bahaya, kematian, penderitaan dan membawa mereka mengelilingi objek-objek suci juga membuat kita mempurifikasi karma-karma negatif dan menanam tilasan karma untuk mencapai pencerahan. Inilah cara hewan-hewan menolong kita!

Jika praktik menyelamatkan hewan dilakukan dengan baik dan sempurna, ini berarti kita menjalankan keenam paramita secara lengkap:

1. Dana Paramita

(a) Kemurahan hati dalam bentuk memberikan cinta kasih (maitri). Kita tidak sekedar menginginkan hewan-hewan berbahagia namun kita benar-benar berupaya agar mereka mendapatkan kebahagiaan dengan menyelamatkan mereka dari kematian, bahaya, dan umur pendek.

(b) Kemurahan hati dalam bentuk perlindungan; karena kita menyelamatkan mereka dari ketakutan dan bahaya.

(c) Kemurahan hati dalam bentuk memberikan Dharma; karena kita melakukan pradaksina, melafalkan mantra-mantra berdaya kuat, dan meniupkan mantra-mantra pada hewan-hewan, memberikan manfaat dengan mempurifikasi karma-karma negatif mereka, membuat sebab untuk mendapatkan kelahiran yang lebih baik dan menciptakan potensi penggugahan.

(d) Kemurahan hati dalam bentuk pemberian benda-benda materi; karena kita memberikan makanan dan kenyamanan kepada mereka.

2. Sila Paramita

Menyelamatkan dan menghargai kehidupan, menghindari menyakiti makhluk-makhluk lain dan tidak melukai mereka berarti menyempurnakan sila paramita.

3. Kshanti Paramita

Menahan kesulitan-kesulitan, tidak mengeluh, marah atau jengkel selama melakukan praktik ini, misalnya ketika membeli hewan-hewan dan mengantar mereka ke tempat di mana mereka akan dibebaskan. Ini menjadi kshanti paramita.

4. Virya Paramita

Mempertahankan citta yang bersuka-cita, mempunyai sikap antusias dan bergembira dalam melakukan praktik ini adalah menjalankan virya paramita.

5. Dhyana Paramita

Dhyana paramita adalah mempertahankan perhatian penuh, berkonsentrasi pada motivasi bajik dan menjaga citta dalam keadaan positif terus-menerus.

6. Prajna Paramita

Prajna paramita yaitu melihat diri kita sendiri (subjek), tindakan menyelamatkan itu sendiri (tindakan) dan hewan-hewan (objek) adalah hanya sebagai label yang diproyeksikan oleh citta.

Manfaat-manfaat lainnya dari mempraktikkan penyelamatan hewan dengan cara seperti ini adalah menyebabkan orang-orang yang menyelamatkan hewan memiliki umur panjang. Kita juga dapat mendedikasikan punya (tilasan potensi positif) dari penyelamatan hewan kepada orang yang sedang mengalami rintangan-rintangan dalam kehidupan, misalnya orang yang sedang sakit atau menderita. Menyelamatkan makhluk-makhluk lain agar mereka berumur panjang adalah sebab berumur panjang. Oleh karena itu, banyak orang telah sembuh dari penyakit mereka dengan menyelamatkan hewan-hewan.

Baca Lebih Lanjut

PENYELAMATAN HEWAN - Mengembangkan Tekad Kepedulian Kepada Sesama Berdasarkan Keyakinan dan Welas Asih untuk Mencapai Kebahagiaan Sempurna | Potowa Dharma Center