Materi Dharma
Doa & Praktik
Doa & Praktik
EMPAT DAYA - Praktik Purifikasi untuk Menghilangkan Karma-karma Negatif Masa Lampau
Keberadaan kita sebagai manusia sangat berharga dan sangat sukar diperoleh. Dengan dilandasi pengetahuan dan welas asih, kesempatan yang langka ini memungkinkan kita untuk mencapai potensi tertinggi yaitu kebahagiaan sejati. Bukan sesuatu yang aneh jika setiap hari, setiap saat kita selalu mendambakan kebahagiaan, namun mengapa kebahagiaan yang kita alami sehari-hari selalu bersifat sementara bahkan hidup kita sering dipenuhi kekecewaan, ketakutan dan penderitaan?
Dalam Buddhadharma dijelaskan bahwa baik kebahagiaan maupun penderitaan semuanya mempunyai sebab. Jika kita membahagiakan atau membantu makhluk lain, ini akan menyebabkan kita sendiri mengalami kebahagiaan dalam kehidupan ini dan akhirnya mencapai kebahagiaan sejati. Tetapi karena pada dasarnya kita tidak dapat melihat sesuatu secara benar, perbuatan kita secara sengaja maupun tidak sengaja sering menyebabkan penderitaan makhluk lain. Inilah penyebab penderitaan kita sendiri!
Setiap pikiran, perkataan dan perbuatan kita selalu meninggalkan tilasan-tilasan dalam kesadaran kita. Inilah yang secara garis besar disebut "karma." Tilasan atau benih karma yang positif akan membawa kenyamanan dan kebahagiaan, sedangkan tilasan atau benih karma yang negatif akan membawa penderitaan.
Atas dasar inilah, Buddhadharma menunjukkan cara-cara hidup yang positif - peduli kepada semua makhluk agar tercapainya kebahagiaan dan juga menghindari hal-hal yang negatif, yang merugikan makhluk lain, karena ini akan menyebabkan kita menderita.
Penjelasan-penjelasan di atas kedengarannya sederhana, tetapi sebenarnya sulit untuk dijalankan. Ini disebabkan banyaknya benih-benih karma negatif yang telah kita kumpulkan sejak masa tak berawal, yang akan matang sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan. Karma-karma negatif ini juga mempengaruhi pikiran kita sehingga kita cenderung mementingkan diri sendiri tanpa peduli kepada yang lain dan terus-menerus bertindak secara negatif. Karma-karma negatif lampau inilah yang menjadi penghalang besar setiap kali kita ingin melakukan sesuatu yang positif.
Belajar dan menjalankan Buddhadharma membantu kita menjaga dan mengawasi pikiran, perkataan dan perbuatan kita sekarang dan yang akan datang. Tetapi pengaruh dari karma-karma negatif yang kita kumpulkan sebelumnya harus kita purifikasi atau kita netralisirkan, seperti biji yang kita bakar hangus, agar tidak akan berbuah lagi. Tanpa dihilangkannya pengaruh karma-karma negatif yang terkumpul dalam kehidupan-kehidupan lampau, kita tidak akan dapat menghentikan penderitaan kita.
Dengan demikian belajar dan menjalankan Buddhadharma itu sebenarnya dapat disederhanakan menjadi dua bagian yaitu: (1) menghilangkan efek karma-karma negatif yang lama, menghindari karma negatif yang baru dan (2) mengumpulkan karma-karma positif mulai sekarang.






