Buddhadharma - Andalan Hidup
Oleh Ervina
Dihantar pada 3 Juli 2026
Semoga pengalaman berbagi Dharma ini bermanfaat ...
Suatu hari, saya merasa terpukul sekali dengan kematian mendadak yang terjadi pada abang saya. Sejak saat itu, saya selalu mempertanyakan apa sebenarnya tujuan hidup ini. Seringkali malam sebelum tidur, saya sedih, menangis, dan terkadang marah dengan situasi yang ada. Kondisi seperti ini selalu muncul dan membuat saya tidak bahagia.
Tahun 2000, saya mengikuti sharing Dharma yang diberikan oleh Om Salim, saya sangat terkesan dan merasa bahagia karena telah menemukan apa yang saya cari selama ini. Sebelum mengenal Dharma, saya merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidup ini. Sering bertanya-tanya, apakah hidup ini hanya digunakan untuk menjalani rutinitas sehari-hari sampai akhirnya meninggal? Akhirnya dalam Buddhadharma, saya dapatkan jawaban mengenai arti kehidupan ini. Setelah mengenal Dharma, kebiasaan sedih dan marah-marah, lambat-laun mulai berkurang dan saya merasa lebih bahagia.
Suatu ketika, saya dihadapkan pada suatu persoalan yang berat sekali tetapi berkat Dharma yang diajarkan, saya merasa lebih tenang dan lebih ringan dalam menghadapinya. Dengan penuh welas asih, Om selalu mengingatkan untuk mengambil intisari dari kehidupan ini dan selalu memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk orang lain. Sehingga melalui potensi-potensi positif yang dikumpulkan, ini menjadi sebab munculnya prajna, dan jika dikembangkan terus-menerus, melalui meditasi, kita bisa melihat shunyata secara langsung, dan secepatnya mencapai pencerahan sempurna untuk membimbing semua makhluk pada pencapaian potensial mereka yang tertinggi. Walaupun saat ini kita hidup dalam keterbatasan, karena dipaksakan oleh karma dan klesha, tetapi ada kondisi yang melampaui keterbatasan ini, yang bisa kita capai yaitu penggugahan sempurna.
Walaupun saat ini tilasan-tilasan negatif masih sering muncul tetapi saya berusaha semampunya untuk tidak bereaksi secara negatif dan mencoba mengerti ini datangnya dari mana. Meskipun telah berkesempatan untuk mengenal Dharma tetapi masih begitu sering jatuh bangun dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kondisinya jika saya hidup tanpa Buddhadharma?
Yang saya lakukan setiap hari saat bangun tidur adalah berterima kasih karena saya masih memiliki kesempatan untuk hidup satu hari lagi. Berusaha untuk mengambil intisarinya, berusaha melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk membantu sesama atau paling tidak, jangan merugikan yang lain. Saya sangat berterima kasih dan merasa senang karena berkesempatan untuk belajar Dharma dengan Om dan bersama teman-teman di Potowa Center. Ini yang memotivasi saya untuk berusaha menerapkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Suatu hari, saya merasa terpukul sekali dengan kematian mendadak yang terjadi pada abang saya. Sejak saat itu, saya selalu mempertanyakan apa sebenarnya tujuan hidup ini. Seringkali malam sebelum tidur, saya sedih, menangis, dan terkadang marah dengan situasi yang ada. Kondisi seperti ini selalu muncul dan membuat saya tidak bahagia.
Tahun 2000, saya mengikuti sharing Dharma yang diberikan oleh Om Salim, saya sangat terkesan dan merasa bahagia karena telah menemukan apa yang saya cari selama ini. Sebelum mengenal Dharma, saya merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidup ini. Sering bertanya-tanya, apakah hidup ini hanya digunakan untuk menjalani rutinitas sehari-hari sampai akhirnya meninggal? Akhirnya dalam Buddhadharma, saya dapatkan jawaban mengenai arti kehidupan ini. Setelah mengenal Dharma, kebiasaan sedih dan marah-marah, lambat-laun mulai berkurang dan saya merasa lebih bahagia.
Suatu ketika, saya dihadapkan pada suatu persoalan yang berat sekali tetapi berkat Dharma yang diajarkan, saya merasa lebih tenang dan lebih ringan dalam menghadapinya. Dengan penuh welas asih, Om selalu mengingatkan untuk mengambil intisari dari kehidupan ini dan selalu memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk orang lain. Sehingga melalui potensi-potensi positif yang dikumpulkan, ini menjadi sebab munculnya prajna, dan jika dikembangkan terus-menerus, melalui meditasi, kita bisa melihat shunyata secara langsung, dan secepatnya mencapai pencerahan sempurna untuk membimbing semua makhluk pada pencapaian potensial mereka yang tertinggi. Walaupun saat ini kita hidup dalam keterbatasan, karena dipaksakan oleh karma dan klesha, tetapi ada kondisi yang melampaui keterbatasan ini, yang bisa kita capai yaitu penggugahan sempurna.
Walaupun saat ini tilasan-tilasan negatif masih sering muncul tetapi saya berusaha semampunya untuk tidak bereaksi secara negatif dan mencoba mengerti ini datangnya dari mana. Meskipun telah berkesempatan untuk mengenal Dharma tetapi masih begitu sering jatuh bangun dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kondisinya jika saya hidup tanpa Buddhadharma?
Yang saya lakukan setiap hari saat bangun tidur adalah berterima kasih karena saya masih memiliki kesempatan untuk hidup satu hari lagi. Berusaha untuk mengambil intisarinya, berusaha melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk membantu sesama atau paling tidak, jangan merugikan yang lain. Saya sangat berterima kasih dan merasa senang karena berkesempatan untuk belajar Dharma dengan Om dan bersama teman-teman di Potowa Center. Ini yang memotivasi saya untuk berusaha menerapkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
