Intisari Kehidupan yang Sesungguhnya
Oleh Z
Dihantar pada 3 Juli 2026
Guru, mohon bimbinglah kami hingga samsara berakhir
Sekian lama pikiran ini mengembara
Tanpa tahu arah yang dituju
Mencari sesuatu yang dapat menyejukkan hati
Kedamaian tertinggi
Di dalam kegelapan
Engkau datang
Menjadi cahaya penerang hidup kami
Guru, pembimbing mulia
Mohon tuntunlah kami hingga samsara berakhir.
Selama ini, seringkali muncul pertanyaan dalam hati, "Sebenarnya untuk apa hidup ini?" Rutinitas yang dilakukan adalah bangun pagi, kuliah, belajar, bermain, dan tidur, termasuk kegiatan lain seperti nonton, jalan-jalan, rasa suka dan tidak suka, bahagia dan tidak bahagia, dan lain-lain. Demikian setiap hari. Setelah diamati bertahun-tahun, ternyata kehidupan yang dijalani selama ini sebenarnya hampir sama.
Pada intinya yang dicari tidak jauh berbeda yaitu ingin mendapatkan kebahagiaan, tidak ingin berpisah dengan hal-hal yang disukai. Sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa kebahagiaan sementara yang selama ini dicari dengan bersusah payah, pada akhirnya akan ditinggalkan semuanya. Tidak terpikir bahwa saat kematian tiba, tidak ada satu pun yang akan saya bawa kecuali tilasan karma-karma yang telah saya perbuat. Waktu itu yang dipikirkan adalah saya masih muda, punya banyak kesempatan, banyak waktu untuk memikirkan kehidupan mendatang, sehingga yang difokuskan hanyalah bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan di kehidupan ini.
Tahun 2000 saya bertemu Om Salim. Dharma dijelaskan secara mendetil. Meskipun saya belum mengerti sepenuhnya penjelasan beliau namun saat itu saya mulai setuju dengan apa yang dibabarkan. Konsep-konsep pemikiran saya pada saat itu mulai berubah. Ternyata hidup ini tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya. Segala sesuatunya bersifat tidak memuaskan (duhkha), duhkha ada sebabnya, duhkha bisa dihentikan, dan ada jalannya.
Waktu berlalu begitu cepat, bila teringat kembali ke masa-masa awal. Ada penyesalan karena tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Setelah berkeluarga dan memiliki anak, baru mulai terasa bahwa waktu sangatlah berharga. Sekarang meskipun banyak kesibukan, saya berusaha untuk terus mengikuti kegiatan yang diadakan. Semua pemikiran yang menjadi kendala dikurangi perlahan-lahan, dan saya berusaha untuk tidak hanya memikirkan kehidupan saat ini tetapi mulai memikirkan kehidupan mendatang.
Saya sangat berterima kasih kepada Om Salim. Dharma yang diberikan sangatlah berharga. Saya lebih memahami intisari kehidupan yang sesungguhnya.
Sekian lama pikiran ini mengembara
Tanpa tahu arah yang dituju
Mencari sesuatu yang dapat menyejukkan hati
Kedamaian tertinggi
Di dalam kegelapan
Engkau datang
Menjadi cahaya penerang hidup kami
Guru, pembimbing mulia
Mohon tuntunlah kami hingga samsara berakhir.
Selama ini, seringkali muncul pertanyaan dalam hati, "Sebenarnya untuk apa hidup ini?" Rutinitas yang dilakukan adalah bangun pagi, kuliah, belajar, bermain, dan tidur, termasuk kegiatan lain seperti nonton, jalan-jalan, rasa suka dan tidak suka, bahagia dan tidak bahagia, dan lain-lain. Demikian setiap hari. Setelah diamati bertahun-tahun, ternyata kehidupan yang dijalani selama ini sebenarnya hampir sama.
Pada intinya yang dicari tidak jauh berbeda yaitu ingin mendapatkan kebahagiaan, tidak ingin berpisah dengan hal-hal yang disukai. Sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa kebahagiaan sementara yang selama ini dicari dengan bersusah payah, pada akhirnya akan ditinggalkan semuanya. Tidak terpikir bahwa saat kematian tiba, tidak ada satu pun yang akan saya bawa kecuali tilasan karma-karma yang telah saya perbuat. Waktu itu yang dipikirkan adalah saya masih muda, punya banyak kesempatan, banyak waktu untuk memikirkan kehidupan mendatang, sehingga yang difokuskan hanyalah bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan di kehidupan ini.
Tahun 2000 saya bertemu Om Salim. Dharma dijelaskan secara mendetil. Meskipun saya belum mengerti sepenuhnya penjelasan beliau namun saat itu saya mulai setuju dengan apa yang dibabarkan. Konsep-konsep pemikiran saya pada saat itu mulai berubah. Ternyata hidup ini tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya. Segala sesuatunya bersifat tidak memuaskan (duhkha), duhkha ada sebabnya, duhkha bisa dihentikan, dan ada jalannya.
Waktu berlalu begitu cepat, bila teringat kembali ke masa-masa awal. Ada penyesalan karena tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Setelah berkeluarga dan memiliki anak, baru mulai terasa bahwa waktu sangatlah berharga. Sekarang meskipun banyak kesibukan, saya berusaha untuk terus mengikuti kegiatan yang diadakan. Semua pemikiran yang menjadi kendala dikurangi perlahan-lahan, dan saya berusaha untuk tidak hanya memikirkan kehidupan saat ini tetapi mulai memikirkan kehidupan mendatang.
Saya sangat berterima kasih kepada Om Salim. Dharma yang diberikan sangatlah berharga. Saya lebih memahami intisari kehidupan yang sesungguhnya.
