Pengalaman Mengesankan Kala Bertandang ke Dusun Krecek, Temanggung
Oleh Kolaran, Temanggung
Dihantar pada 3 Juli 2026
29-31 Maret, 2019
Sangat berterima kasih sekali, sungguh bahagia! Orang tua angkat Pak Juwanto beserta Ibu, saudari tercinta Suyami dan suami, anaknya dan kakaknya. Sangat hangat, baik, penuh perhatian, penuh kehangatan. Yang paling berkesan masakannya enak bingit, top banget, serta yang bikin terharu sekali perhatiannya. Sempat belajar masak gula aren walau gak sampai matang. Pagi-pagi dibangunin tidur sama Bapak, dibikinin teh hangat dan kopi, dibuatin cemilan yang top. Sangat nyaman diterima seperti anggota keluarga, ditemanin cerita asik, dibuatin dodol ciamik, ampiang yang sedap dan mantap, peyek dan kerupuk mantap sekali. Kita belum bangun, tapi Ibu sudah ke kebun buat metik bahan masakan untuk kita. Sangat terharu sekali jadinya. Gukguk-nya juga baik banget, sangat perhatian sampai kita dianterin ke pendopo untuk belajar. Salam buat keluarga besar Pak Juwanto: sehat selalu, bahagia selalu, sejahtera lahir batin. Terima kasih tak terhingga dari dalam hati.
***
Pas perjalanan pulang dari Dusun Krecek, saya tuh mikir ... kebajikan apa ya yang sudah saya lakukan sehingga saya layak mengalami kebaikan dari semua teman-teman di dusun ini. Benar-benar tulus sekali. Pak Juwanto beserta Ibu, Neng Suyami dan Suami dan Kevin (masih ingat baca paritta Tisarana bareng Kevin, imut sekaliii ) dan Mas Gondrong. Satu keluarga besar yang begitu hangat, baik, dan ramah. Selalu bilangnya “Maaf ya kalau ada yang kurang” tapi justru yang saya rasakan itu hanya kelimpahan dan kasih sayang! Tidak kurang suatu apa pun. Kita selalu dimasakin yang enak-enak, sayur segar-segar, kerupuk, bakso, dodol, ampiang, dll. Makasih ya Bu udah izinin saya nyoba masak gula aren. Tiap kali makan selalu ditemani duo gukguk (Koploh dan Tambor namanya). Sampai-sampai kemarin malam pas lagi makan, inget sama gukguknya … kangen!
Kalau mandi suka ditanyain mau dimasakin air panas gak, dibangunin subuh-subuh, ditemenin ngobrol, dikasih unjuk liatin koleksi peliharaan (kambing, sapi, ayam, hingga maen sama anak ayamnya), dikasih tikar untuk alas koper kita, dibikinin teh hangat dan kopi, hingga Ibu pagi-pagi sudah ke ladang untuk mengemas banyak sekali oleh-oleh buat kita.
Dengan sepenuh hati, matur nuhun banget untuk keluarga Pak Juwanto. Tidak ada kritik, hanya ada kesan yang tidak akan saya lupakan. Pelayanan dan kehangatan ini lebih-lebih dari hotel. Untuk menghargai kebaikan yang sudah saya terima ini, saya terinspirasi dan bertekad untuk memberi pelayanan yang tulus pada siapa saja, sekalipun pada orang asing!
Terima kasih juga kepada seluruh warga Dusun Krecek yang baik banget, penuh senyum, suka guyon. Semoga semuanya selalu sehat-sehat, bahagia, makmur sentosa ya.
***
Keluarga Pak Tri Handoko sangat baik dan ramah. Anak dan menantunya Bapak dan Ibu Tri juga sangat baik dan ramah. Setiap kali waktunya makan, pasti sudah disiapkan piring dan sendok di sebelah rice cooker. Sering ditanyain apakah suka menu tertentu, lalu di sesi makan berikutnya, itu sudah disiapkan! Juga dibekali oleh-oleh yang banyak. Setiap kali mau mandi, sudah disiapkan air panas. Benar-benar peduli seperti seorang ibu terhadap anaknya.
Setiap kali makan, saya ditemani seekor anak gukguk yang lucu (namanya Mini karena ukuran badannya memang kecil) dan juga seekor anak kucing. Oh ya, di malam terakhir saya baru tahu bahwa di suatu ruangan di dekat dapur, ada seekor sapi yang gemuk, dua ekor domba, dan beberapa ekor ayam. Takjub melihatnya!
Belum lagi bisa melihat bunga-bunga cantik yang ditanam di halaman rumah-rumah, terutama mawar merah yang setengah mekar waktu pertama kali melihatnya tapi keesokan harinya sudah mekar dengan sempurna.
Setiap bertemu dengan warga Dusun Krecek di jalan, pasti disambut dengan senyuman yang ramah dan sapaan. Sangat bersahabat.
Terima kasih kepada keluarga Pak Tri dan seluruh warga Dusun Krecek. Semoga semuanya selalu sehat, sejahtera, dan sentosa serta berbahagia dalam Dharma. Di hari terakhir ketika melihat Pak Tri memegang piala karena memenangkan lomba, dalam hati saya langsung ikut bergembira.
***
Dusun Krecek … orang-orang yang menakjubkan, tingkat sentosanya luar biasa, merasa berkecukupan dan berlebihan. Sangat tulus, ramah, penuh niat baik. Sungguh suatu sukacita! Malam kedua saya sempat duduk-duduk sambil ngopi dan dibuatkan Sarimi oleh Ibu tuan rumah.
Sangat bermanfaat berkesempatan ikut Belabar (belajar bareng). Ini bisa dikatakan simbiosis daya guna dan wawasan … what an amazing learning experience, what an inspiration … Seluruh kegiatan penuh dengan energi positif!
***
Terima kasih yang sungguh mendalam kepada saudara-saudara dan kerabat di Dusun Krecek atas segala keramahan, perhatian, dan kebaikannya. Apa yang dilakukan di dusun ini menjadi teladan dan sumber inspirasi. Ide “mengadopsi” pengunjung sebagai “anak angkat” per rumah, memungkinkan keakraban dan persahabatan dalam waktu yang singkat!
Khususnya Saudara Ngasiran & Ibu Kirmi beserta krunya, terima kasih atas masakan yang enak-enak. Saya sering nambah lho!
Semoga Dusun Krecek beserta warganya selalu diiringi kemudahan, kelancaran, kemakmuran. Agar warganya sejahtera, sentosa, penuh sukacita, dan berbahagia dalam Dharma.
Terima kasih juga kepada Buddhazine. Semoga Buddhazine terus memberi manfaat seluas-luasnya. Dirgahayu dan paripurna untuk Semua!
***
Kesan yang luar biasa ... dimulai dari niat untuk belajar Dharma, keramahtamahannya, makanan, tempatnya, airnya juga sejuk dingin.
Terima kasih buat teman Potowa yang di minggu-minggu kritis menghubungi saya untuk mengawal rencana Belabar. Sebenarnya ini jadi jawaban permintaan saya sejak tahun-tahun sebelumnya yang ingin mengajak tim Potowa untuk tur dan sharing Dharma di Temanggung. Eh, akhirnya kesampaian juga bahkan di luar ekspektasi, karena gak cuma kawan-kawan Potowa, bahkan Om pun bisa hadir membabar Dharma. Tentu ini berkah buat kita semua …
Yang mantap itu kerja teman-teman Dusun Krecek, karena pasti repot sekali. Sekian banyak kegiatan dikelola beriringan di tengah segala keterbatasan: Nyadran, lomba-lomba, menata kampung, dan Belabar. Kebayang banyaknya pekerjaan-pekerjaan teknis sampai administratif yang harus mereka selesaikan. Kita ini cuma tukang kompor saja.
***
Saya senang tinggal di rumah Pak Sutisno dan Bu Rusmini. Ramah dan sopan. Kalau melihat saya duduk sendiri, mereka rela meninggalkan pekerjaannya untuk menemani ngobrol. Masakannya enak terutama sambalnya …
***
Orang tua angkat: Pak Ngasiran dan Ibu Kirmi,
Serasa di rumah sendiri ... mau makan, ambil sendiri .. mau ngopi, buat sendiri ... mau duduk di mana, terserah … mau keluyuran ke mana, terserah. Tidur di dekat pendopo juga nyaman dan hangat. Penuh kehangatan. Kita makannya tinggal hap hap hap, tapi buatnya perlu beberapa jam dan alat tumbuknya juga lumayan berat.
***
Kesannya baik! Bu Kesi sekeluarga baik sama saya. Makanannya enak-enak. Pulang masih dibawain macam-macam. Saya jadi kayak rampok aja pulangnya.



Sangat berterima kasih sekali, sungguh bahagia! Orang tua angkat Pak Juwanto beserta Ibu, saudari tercinta Suyami dan suami, anaknya dan kakaknya. Sangat hangat, baik, penuh perhatian, penuh kehangatan. Yang paling berkesan masakannya enak bingit, top banget, serta yang bikin terharu sekali perhatiannya. Sempat belajar masak gula aren walau gak sampai matang. Pagi-pagi dibangunin tidur sama Bapak, dibikinin teh hangat dan kopi, dibuatin cemilan yang top. Sangat nyaman diterima seperti anggota keluarga, ditemanin cerita asik, dibuatin dodol ciamik, ampiang yang sedap dan mantap, peyek dan kerupuk mantap sekali. Kita belum bangun, tapi Ibu sudah ke kebun buat metik bahan masakan untuk kita. Sangat terharu sekali jadinya. Gukguk-nya juga baik banget, sangat perhatian sampai kita dianterin ke pendopo untuk belajar. Salam buat keluarga besar Pak Juwanto: sehat selalu, bahagia selalu, sejahtera lahir batin. Terima kasih tak terhingga dari dalam hati.
***
Pas perjalanan pulang dari Dusun Krecek, saya tuh mikir ... kebajikan apa ya yang sudah saya lakukan sehingga saya layak mengalami kebaikan dari semua teman-teman di dusun ini. Benar-benar tulus sekali. Pak Juwanto beserta Ibu, Neng Suyami dan Suami dan Kevin (masih ingat baca paritta Tisarana bareng Kevin, imut sekaliii ) dan Mas Gondrong. Satu keluarga besar yang begitu hangat, baik, dan ramah. Selalu bilangnya “Maaf ya kalau ada yang kurang” tapi justru yang saya rasakan itu hanya kelimpahan dan kasih sayang! Tidak kurang suatu apa pun. Kita selalu dimasakin yang enak-enak, sayur segar-segar, kerupuk, bakso, dodol, ampiang, dll. Makasih ya Bu udah izinin saya nyoba masak gula aren. Tiap kali makan selalu ditemani duo gukguk (Koploh dan Tambor namanya). Sampai-sampai kemarin malam pas lagi makan, inget sama gukguknya … kangen!
Kalau mandi suka ditanyain mau dimasakin air panas gak, dibangunin subuh-subuh, ditemenin ngobrol, dikasih unjuk liatin koleksi peliharaan (kambing, sapi, ayam, hingga maen sama anak ayamnya), dikasih tikar untuk alas koper kita, dibikinin teh hangat dan kopi, hingga Ibu pagi-pagi sudah ke ladang untuk mengemas banyak sekali oleh-oleh buat kita.
Dengan sepenuh hati, matur nuhun banget untuk keluarga Pak Juwanto. Tidak ada kritik, hanya ada kesan yang tidak akan saya lupakan. Pelayanan dan kehangatan ini lebih-lebih dari hotel. Untuk menghargai kebaikan yang sudah saya terima ini, saya terinspirasi dan bertekad untuk memberi pelayanan yang tulus pada siapa saja, sekalipun pada orang asing!
Terima kasih juga kepada seluruh warga Dusun Krecek yang baik banget, penuh senyum, suka guyon. Semoga semuanya selalu sehat-sehat, bahagia, makmur sentosa ya.
***
Keluarga Pak Tri Handoko sangat baik dan ramah. Anak dan menantunya Bapak dan Ibu Tri juga sangat baik dan ramah. Setiap kali waktunya makan, pasti sudah disiapkan piring dan sendok di sebelah rice cooker. Sering ditanyain apakah suka menu tertentu, lalu di sesi makan berikutnya, itu sudah disiapkan! Juga dibekali oleh-oleh yang banyak. Setiap kali mau mandi, sudah disiapkan air panas. Benar-benar peduli seperti seorang ibu terhadap anaknya.
Setiap kali makan, saya ditemani seekor anak gukguk yang lucu (namanya Mini karena ukuran badannya memang kecil) dan juga seekor anak kucing. Oh ya, di malam terakhir saya baru tahu bahwa di suatu ruangan di dekat dapur, ada seekor sapi yang gemuk, dua ekor domba, dan beberapa ekor ayam. Takjub melihatnya!
Belum lagi bisa melihat bunga-bunga cantik yang ditanam di halaman rumah-rumah, terutama mawar merah yang setengah mekar waktu pertama kali melihatnya tapi keesokan harinya sudah mekar dengan sempurna.
Setiap bertemu dengan warga Dusun Krecek di jalan, pasti disambut dengan senyuman yang ramah dan sapaan. Sangat bersahabat.
Terima kasih kepada keluarga Pak Tri dan seluruh warga Dusun Krecek. Semoga semuanya selalu sehat, sejahtera, dan sentosa serta berbahagia dalam Dharma. Di hari terakhir ketika melihat Pak Tri memegang piala karena memenangkan lomba, dalam hati saya langsung ikut bergembira.
***
Dusun Krecek … orang-orang yang menakjubkan, tingkat sentosanya luar biasa, merasa berkecukupan dan berlebihan. Sangat tulus, ramah, penuh niat baik. Sungguh suatu sukacita! Malam kedua saya sempat duduk-duduk sambil ngopi dan dibuatkan Sarimi oleh Ibu tuan rumah.
Sangat bermanfaat berkesempatan ikut Belabar (belajar bareng). Ini bisa dikatakan simbiosis daya guna dan wawasan … what an amazing learning experience, what an inspiration … Seluruh kegiatan penuh dengan energi positif!
***
Terima kasih yang sungguh mendalam kepada saudara-saudara dan kerabat di Dusun Krecek atas segala keramahan, perhatian, dan kebaikannya. Apa yang dilakukan di dusun ini menjadi teladan dan sumber inspirasi. Ide “mengadopsi” pengunjung sebagai “anak angkat” per rumah, memungkinkan keakraban dan persahabatan dalam waktu yang singkat!
Khususnya Saudara Ngasiran & Ibu Kirmi beserta krunya, terima kasih atas masakan yang enak-enak. Saya sering nambah lho!
Semoga Dusun Krecek beserta warganya selalu diiringi kemudahan, kelancaran, kemakmuran. Agar warganya sejahtera, sentosa, penuh sukacita, dan berbahagia dalam Dharma.
Terima kasih juga kepada Buddhazine. Semoga Buddhazine terus memberi manfaat seluas-luasnya. Dirgahayu dan paripurna untuk Semua!
***
Kesan yang luar biasa ... dimulai dari niat untuk belajar Dharma, keramahtamahannya, makanan, tempatnya, airnya juga sejuk dingin.
Terima kasih buat teman Potowa yang di minggu-minggu kritis menghubungi saya untuk mengawal rencana Belabar. Sebenarnya ini jadi jawaban permintaan saya sejak tahun-tahun sebelumnya yang ingin mengajak tim Potowa untuk tur dan sharing Dharma di Temanggung. Eh, akhirnya kesampaian juga bahkan di luar ekspektasi, karena gak cuma kawan-kawan Potowa, bahkan Om pun bisa hadir membabar Dharma. Tentu ini berkah buat kita semua …
Yang mantap itu kerja teman-teman Dusun Krecek, karena pasti repot sekali. Sekian banyak kegiatan dikelola beriringan di tengah segala keterbatasan: Nyadran, lomba-lomba, menata kampung, dan Belabar. Kebayang banyaknya pekerjaan-pekerjaan teknis sampai administratif yang harus mereka selesaikan. Kita ini cuma tukang kompor saja.
***
Saya senang tinggal di rumah Pak Sutisno dan Bu Rusmini. Ramah dan sopan. Kalau melihat saya duduk sendiri, mereka rela meninggalkan pekerjaannya untuk menemani ngobrol. Masakannya enak terutama sambalnya …
***
Orang tua angkat: Pak Ngasiran dan Ibu Kirmi,
Serasa di rumah sendiri ... mau makan, ambil sendiri .. mau ngopi, buat sendiri ... mau duduk di mana, terserah … mau keluyuran ke mana, terserah. Tidur di dekat pendopo juga nyaman dan hangat. Penuh kehangatan. Kita makannya tinggal hap hap hap, tapi buatnya perlu beberapa jam dan alat tumbuknya juga lumayan berat.
***
Kesannya baik! Bu Kesi sekeluarga baik sama saya. Makanannya enak-enak. Pulang masih dibawain macam-macam. Saya jadi kayak rampok aja pulangnya.



