Momen-Momen “AHA” dari Belabar Medan
Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
Di setiap Belabar (Belajar Bareng) saya selalu mendapatkan hal-hal yang baru, seakan baru tersadar dari mimpi yang panjang. Padahal apa yang Om Salim jabarkan mungkin sudah dijelaskan beberapa kali, tapi bisa saja baru kali ini memahami arti dan maknanya. Mungkin inilah yang selalu dijelaskan bahwa semakin meningkatnya daya-daya kebajikan (punyasambhara) yang kita kumpulkan, semakin kita mulai mengerti ajaran yang diberikan.
Banyak sekali yang saya dapatkan setelah belajar dari Om. Kehidupan benar-benar berubah karena motivasi dan landasannya sudah berbeda sehingga hasil yang didapat tentu saja berubah. Pemahaman tentang “sosok” juga mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran sosok tersebut mulai disadari sebelum kita terbawa olehnya, walau kadang sosok tersebut masih begitu kuatnya mengikat tapi setidaknya saya tahu itu. Selama ini saya selalu berusaha untuk mengikis, menghilangkan “sosok.” Tetapi saya selalu bermain di bentuk luarnya sehingga pemahaman tentangnya tidak dimengerti dengan benar. Padahal jika dilihat dengan jelas, siapa atau apa “sosok” itu, yang memang tidak benar-benar ada seperti itu, jadi apa atau siapa yang harus dikikis, dibuang, dan dihilangkan? Bukankah melelahkan dan sia-sia karena ingin memuaskan maupun mengikis sesuatu yang sesungguhnya tidak ada seperti itu. Saat benar-benar dimengerti tidak ada “sesuatu” yang harus dipuaskan untuk menjadi bahagia, semuanya menjadi ringan, jelas, dan indah. Semuanya akan rontok dengan sendirinya.
Dharma yang diajarkan Buddha memang seperti yang dituliskan: indah di awal, di tengah, dan di akhir, tapi akan menjadi indah bila dipahami, dimengerti dengan sepenuhnya, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Menyatu dalam diri kita sendiri. Bila Dharma masih berada “di luar” dari kita maka itu hanya berguna sebagai pengetahuan untuk dibaca, didengar, dan dipelajari. Inilah yang Om katakan, disebut ajaran bila sudah dijalankan.
Para Buddha hadir di dunia ini dan mengajarkan ajaran agar kita menjadi bahagia dan tahu bahwa kita juga memiliki potensi yang sama untuk menjadi Buddha seperti mereka. Para Buddha hadir bukan untuk menjadi terkenal atau ingin dipuja, tapi ingin menunjukkan pada kita semua bahwa kita memiliki potensi tersebut.
Saya benar-benar sangat berterima kasih pada Om atas semua yang beliau ajarkan pada kami semua. Hidup memang tidak mudah, tapi dengan adanya jurus-jurus Dharma yang diajarkan, hidup ini menjadi tidak menakutkan lagi. Walau kadang kesedihan, kekecewaan, kemarahan, kemalasan, dan lainnya masih dirasakan tapi hidup sudah berbeda rasanya. Ada keyakinan dan kekuatan dalam diri, tahu apa yang harus dilakukan.
Salah satu hal yang paling berkesan setiap kali mengikuti Belabar adalah kehangatan hati, keharmonisan dari semua peserta, dan welas asih seorang Guru yang sangat terasa dalam hati kami. Belajar Dharma menjadi indah dan ringan, apa adanya, dan mengagumkan.
Terima kasih Om. Terima kasih juga untuk semua teman-teman Potowa Center. Tidak ada kata-kata yang dapat mewakili apa yang saya rasakan dalam hati ini. Kurangkapkan kedua tangan ini sebagai tanda rasa hormat dan terima kasih yang mendalam.
BERSAMA DALAM SATU UNTUK SEMUANYA …
Banyak sekali yang saya dapatkan setelah belajar dari Om. Kehidupan benar-benar berubah karena motivasi dan landasannya sudah berbeda sehingga hasil yang didapat tentu saja berubah. Pemahaman tentang “sosok” juga mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran sosok tersebut mulai disadari sebelum kita terbawa olehnya, walau kadang sosok tersebut masih begitu kuatnya mengikat tapi setidaknya saya tahu itu. Selama ini saya selalu berusaha untuk mengikis, menghilangkan “sosok.” Tetapi saya selalu bermain di bentuk luarnya sehingga pemahaman tentangnya tidak dimengerti dengan benar. Padahal jika dilihat dengan jelas, siapa atau apa “sosok” itu, yang memang tidak benar-benar ada seperti itu, jadi apa atau siapa yang harus dikikis, dibuang, dan dihilangkan? Bukankah melelahkan dan sia-sia karena ingin memuaskan maupun mengikis sesuatu yang sesungguhnya tidak ada seperti itu. Saat benar-benar dimengerti tidak ada “sesuatu” yang harus dipuaskan untuk menjadi bahagia, semuanya menjadi ringan, jelas, dan indah. Semuanya akan rontok dengan sendirinya.
Dharma yang diajarkan Buddha memang seperti yang dituliskan: indah di awal, di tengah, dan di akhir, tapi akan menjadi indah bila dipahami, dimengerti dengan sepenuhnya, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Menyatu dalam diri kita sendiri. Bila Dharma masih berada “di luar” dari kita maka itu hanya berguna sebagai pengetahuan untuk dibaca, didengar, dan dipelajari. Inilah yang Om katakan, disebut ajaran bila sudah dijalankan.
Para Buddha hadir di dunia ini dan mengajarkan ajaran agar kita menjadi bahagia dan tahu bahwa kita juga memiliki potensi yang sama untuk menjadi Buddha seperti mereka. Para Buddha hadir bukan untuk menjadi terkenal atau ingin dipuja, tapi ingin menunjukkan pada kita semua bahwa kita memiliki potensi tersebut.
Saya benar-benar sangat berterima kasih pada Om atas semua yang beliau ajarkan pada kami semua. Hidup memang tidak mudah, tapi dengan adanya jurus-jurus Dharma yang diajarkan, hidup ini menjadi tidak menakutkan lagi. Walau kadang kesedihan, kekecewaan, kemarahan, kemalasan, dan lainnya masih dirasakan tapi hidup sudah berbeda rasanya. Ada keyakinan dan kekuatan dalam diri, tahu apa yang harus dilakukan.
Salah satu hal yang paling berkesan setiap kali mengikuti Belabar adalah kehangatan hati, keharmonisan dari semua peserta, dan welas asih seorang Guru yang sangat terasa dalam hati kami. Belajar Dharma menjadi indah dan ringan, apa adanya, dan mengagumkan.
Terima kasih Om. Terima kasih juga untuk semua teman-teman Potowa Center. Tidak ada kata-kata yang dapat mewakili apa yang saya rasakan dalam hati ini. Kurangkapkan kedua tangan ini sebagai tanda rasa hormat dan terima kasih yang mendalam.
BERSAMA DALAM SATU UNTUK SEMUANYA …
