Mari Jadikan Dunia Ini Lebih Indah

Oleh P
Dihantar pada 3 Juli 2026
Senang sekali bisa berbagi pengalaman. Semoga sharing ini ada manfaatnya bagi yang membacanya.

Awalnya saya mengenal Buddhadharma hanya sebatas teks book, dimulai waktu sekolah di kelas 2 SLTP yang mewajibkan kami ikut kebaktian. Pada waktu itu, saya hanya sebatas tahu tanpa mengerti bagaimana menerapkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Sampai suatu hari, ada perasaan berontak, frustasi, kecewa, merasa seperti kehilangan arah dan tujuan hidup. Saat itu, saya benar-benar memohon agar diberi petunjuk dan pertolongan dalam menghadapi hidup ini.

Kehidupan dalam keluarga kami sebelumnya sangat individualistis. Masing-masing berpegang teguh pada prinsip dan kemauan sendiri, tidak ada sikap toleransi, tidak saling membantu atau tidak mengerti satu sama lainnya.

Tak lama kemudian, di radio Cakrawala ada informasi tentang retreat yang diselenggarakan oleh Potowa Center. Didorong oleh perasaan frustasi yang sangat mendalam, saya nekat ikut retreat meskipun tidak mengenal panitia penyelenggaranya maupun pembinanya.

Saat retreat, Om Salim mengatakan 'Kamu bisa megubah duniamu, dengan cara mengubah sikap dan cara pandang kamu sendiri bukan mengubah yang di luar sana.' Pada awalnya saya masih meragukan hal ini karena sulit diterima, akan tetapi saya tidak menolaknya. Dari sanalah, perlahan-lahan saya mulai mengerti dan belajar menerapkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.Bersama kakak (teman sedharma) dalam keluarga, kami berusaha menerapkannya dalam keluarga dengan lebih memperhatikan anggota keluarga, belajar untuk saling mengerti dan membantu satu sama lain. Seringkali juga Dharma sharing yang kami dapat, kami sharing lagi di rumah. Dharma yang diajarkan tidak hanya membimbing dan mengubah hidup saya sendiri tetapi semua anggota keluarga.

Tanpa disadari karma bekerja, keadaan keluarga pun 'berubah.' Kami belajar menjadi orang yang lebih baik, mulai membiasakan diri saling memperhatikan, saling membantu, dan bertoleransi satu sama lain sehingga tidak banyak lagi hal-hal yang sebetulnya tidak perlu menjadi sebab pertikaian. Kami menjadi lebih bahagia.

Om Salim juga sering mengingatkan tentang 'saya dan lingkungan saya tidak terpisahkan, lingkungan saya adalah dunia saya.' Dengan pengertian, karena saya tidak terpisahkan dari lingkungan, sehingga jika orang-orang di sekeliling saya masih menderita, bagaimana saya bisa bahagia? Saya belajar untuk membahagiakan orang-orang di sekeliling saya, dengan bersama-sama menanam tilasan-tilasan yang positif.

Tulisan ini saya dedikasikan agar semua makhluk secepatnya mencapai potensi tertinggi - kebahagiaan sempurna.