Sebuah Catatan tentang Belabar Remaja 2017
Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
Banyak yang bisa dipelajari, diendapkan, betul-betul dirasakan pada Belabar Remaja kali ini. Celetukan tanpa henti, fokus yang tertuju ke mana-mana dan juga pertanyaan singkat tapi kritis – walaupun mesti 'disogok' pake hadiah dulu. Salah satunya, "Apakah cerita-cerita di Jataka ini asli?" Meminjam istilah dari kisah-kisah Jataka, Belabar kali ini rasanya seperti menjadi kerbau-kerbau yang panjang sabar dan toleransinya luas. Meskipun egonya ditusuk-tusuk, diloncati tanpa rasa hormat, ditutupi arah pembicaraannya, namun teman-teman panitia tetap 'menyeruduk' dan tahan banting dengan caranya masing-masing. Mudah-mudahan monyet-monyet kecil dan lincah ini tidak diinjak kerbau-kerbau lain. Karena sebagai Raja Kera, teman-teman sudah menyeberangkan mereka dengan bahagia dan selamat, bukan?
Siapa sangka, anak-anak yang kesannya cuek dan hanya mikirin makan, main games sama tidur, berbagi tentang apa yang berkesan bagi mereka. Ada yang berkata, sepulang retret mendapat teman baru, pengalaman baru, ilmu baru yaitu meditasi, pelajaran baru mengenai kalau di-bully jangan balas, tapi responsnya yang bisa diterapkan, nanti dipuji balik orang tersebut.
Ada juga yang awalnya tidak mau cerita ke Mamanya bahwa ia di-bully oleh teman-temannya di sekolah. Tapi, sejak pulang Belabar, dia cerita tentang hal itu ke Mamanya dan bilang bahwa sekarang dia lebih bisa melihat karakter teman-teman yang bully dia. Tahun depan, ia mau ikut Belabar lagi!
Ada lagi yang hepi banget. Pulang-pulang bilang ke Mamanya bahwa ia mau ke Belabar lagi, karena kenal dengan teman-teman baru di sana dan kangen sekali sama mereka. "Jangan bilang i nggak boleh ke Belabar lagi ya, Mami!" "Kapan kita ke Belabar lagi, Mamiii? Kok lama sekaliiiii."
Kadang-kadang, anak-anak kelihatannya tidak aktif dan tidak terlibat, tapi sebenarnya mereka mengamati dan mengendapkannya juga. Percaya bahwa dengan memberikan teladan, dengan hati yang terbuka untuk menjadi teman mereka, pasti ada hal-hal baik yang bisa dibawa pulang. Terima kasih banyak untuk Om yang selalu membimbing kami, teman-teman panitia, kalyanamitra yang sama-sama belajar dan berlatih, tentu saja kalyanamitra ini termasuk teman-teman cilik peserta Belabar Remaja yang penuh dengan kejutan!
With love,
Panitia Belabar Remaja 2017
Siapa sangka, anak-anak yang kesannya cuek dan hanya mikirin makan, main games sama tidur, berbagi tentang apa yang berkesan bagi mereka. Ada yang berkata, sepulang retret mendapat teman baru, pengalaman baru, ilmu baru yaitu meditasi, pelajaran baru mengenai kalau di-bully jangan balas, tapi responsnya yang bisa diterapkan, nanti dipuji balik orang tersebut.
Ada juga yang awalnya tidak mau cerita ke Mamanya bahwa ia di-bully oleh teman-temannya di sekolah. Tapi, sejak pulang Belabar, dia cerita tentang hal itu ke Mamanya dan bilang bahwa sekarang dia lebih bisa melihat karakter teman-teman yang bully dia. Tahun depan, ia mau ikut Belabar lagi!
Ada lagi yang hepi banget. Pulang-pulang bilang ke Mamanya bahwa ia mau ke Belabar lagi, karena kenal dengan teman-teman baru di sana dan kangen sekali sama mereka. "Jangan bilang i nggak boleh ke Belabar lagi ya, Mami!" "Kapan kita ke Belabar lagi, Mamiii? Kok lama sekaliiiii."
Kadang-kadang, anak-anak kelihatannya tidak aktif dan tidak terlibat, tapi sebenarnya mereka mengamati dan mengendapkannya juga. Percaya bahwa dengan memberikan teladan, dengan hati yang terbuka untuk menjadi teman mereka, pasti ada hal-hal baik yang bisa dibawa pulang. Terima kasih banyak untuk Om yang selalu membimbing kami, teman-teman panitia, kalyanamitra yang sama-sama belajar dan berlatih, tentu saja kalyanamitra ini termasuk teman-teman cilik peserta Belabar Remaja yang penuh dengan kejutan!
With love,
Panitia Belabar Remaja 2017
