Kesan Pesan Belabar Idul Fitri 2016 (Part 3)

Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
Banyak hal baru yang saya pelajari dari pertama kali mengikuti Belabar ini, mulai dari disiplin bangun pagi, makan sehat dan berkecukupan, belajar Dharma, sampai menyanyikan lagu-lagu yang berkesan di hati. Saya juga belajar hal baru mengenai meditasi dan bagaimana mengembangkan sifat Bodhisattva dalam diri. Pengalaman ini akan berarti untuk aplikasi kehidupan sehari-hari dan semoga saya dapat mempraktikkannya. Saya juga berterima kasih kepada tim panitia Belabar Potowa dan terutama Om Salim yang telah menyempatkan waktu untuk berdedikasi terhadap kemajuan ajaran Buddha di Indonesia.

***

Saya senang karena situasi dan kondisi di sini sangat nyaman, dan retret kali ini saya mengetahui banyak hal, salah satunya saya baru menyadari bahwa terlahir sebagai manusia dan mengenal ajaran Dharma sangatlah berharga. Terkadang saya bertanya mengapa saya merasa hidup ini sangat susah untuk bahagia, dan saya juga baru sadar bahwa dengan membuat makhluk lain bahagia, saya juga akan bahagia. Meskipun untuk menghilangkan ego sangat tidak mudah, tapi saya berniat untuk berusaha lebih baik dari hari ke hari agar dapat berguna untuk lingkungan saya dan tidak mengecewakan orang-orang yang saya sayangi.

***

Retret ini memberikan kejutan besar karena ada ajaran tentang Candi Borobudur. Setelah berabad-abad lamanya Candi Borobudur banyak dikunjungi turis lokal maupun Internasional, yang mungkin kebanyakan datang untuk berwisata dan berfoto ria dan tidak banyak yang mengetahui cerita dari Mahakarya Candi Borobudur ini. Belum ada makalah yang membabarkan ajaran Buddha yang terukir pada dinding candi dengan maksud agar orang-orang bisa mendapatkan manfaat dari relief-relief ini; agar hidup kita tidak terombang-ambing dikarenakan kesalahpengertian (avidya) dan dapat bebas dari samsara dan mencapai Penggugahan.

Sujud pada Om Salim yang mempunyai ide dan keinginan untuk meneruskan serta mengembangkan ajaran Buddha, dengan mendorong murid-murid Potowa untuk melaksanakan proyek besar ini dengan membuat makalah dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, agar dapat membantu lebih banyak orang memperoleh hidup yang lebih baik. Semoga niat baik ini dapat terealisasi secepatnya.

***

Selama satu minggu mengikuti Belabar, kami berdua mengalami berbagai macam perasaan di sini. Dari merasa antusias, kadang-kadang merasa malas gerak dari tempat tidur, tidur waktu Om teaching. Kami berdua juga sering sekali ngobrol saat teaching Om, namun jauh di dalam hati, apa pun yang sudah kami dapatkan kami yakin bahwa itu cukup untuk membantu menuntun kami menjadi manusia yang lebih bermanfaat dan berguna untuk orang lain. Pesan kami buat Om adalah jika ada waktu, sempatkanlah waktu untuk retret Belabar lagi di Jambi! Dan yang pasti, semoga Om berusia panjang dan senantiasa sehat. Berikut persembahan pantun dari kami:
    Ada matahari di siang hari
    Sinarnya sungguh panas sekali
    Kami dari anak Jambi
    Ingin ucapkan banyak terima kasih.

***

Belabar tiba hati selalu gembira;
Belabar dinanti karena dapat ketemu Om dan mendapat jurus-jurus sakti.
Pembabaran tentang Borobudur memberikan pesan mendalam untuk lebih berani dan lebih jelas agar menjadi manusia yang memiliki landasan hati yang terbuka.
Agar Om sehat sehingga roda Dharma dapat terus berputar dan agar saya bisa selalu mendengarkan ajaran dari Om.

***

Saya merasa bersyukur sekali bisa ikut Belabar dan menerima teachings yang begitu berharga. Merupakan karma baik bisa bertemu dengan Om. Om begitu terampil dan penuh dengan cinta kasih. Ajaran yang begitu berat (sulit dimengerti) bisa disampaikan dengan jelas, detail dan gamblang. Walaupun tidak semua bisa saya serap, tapi apa pun yang saya pahami, kalau diterapkan/dipraktikkan sudah lebih dari cukup. Terima kasih Om atas semua kebaikan yang diberikan, begitu sabar membimbing kami menghadapi klesha-kiesha. Terima kasih untuk semua panitia sehingga Belabar bisa terlaksana dengan sempurna.

***

Oh Guru,
Apa lagi yang dipertanyakan?
Setiap langkah pembabaran ajaran jelas dan dapat dibuktikan,
Keyakinan telah muncul untuk mengikuti ajaran,
Apa lagi yang dipertanyakan?
Tiada yang lebih berharga, indah dan bahagia atas kehangatan hati Guru.
Apa lagi yang dipertanyakan?
Tekad telah muncul, keberanian pun muncul,
Kebahagiaan semua makhluk dan pembebasan semua makhluk akan diwujudkan,
Sebagai bakti dan terima kasih, Buddhasetra secara utuh dipersembahkan.

***

Kesan pesan selama Belabar: 1) Panitia sangat baik dan kompak, sangat bagus dalam tutur kata, semangat mereka luar biasa, berarti didikan Om Salim cukup bagus untuk murid-muridnya; 2) Potensi SDM juga bagus, ada penerjemah yang bagus, punya talenta dalam musik – penyanyi dan aransemen musik cukup bagus, lirik lagu Borobudur sangat bagus; 3) Om Salim seorang praktisi yang luar biasa. Welas asih dan Bodhicitta Om sangat terasa. Penjelasan Dharma-nya jelas dan sangat detail, serta isinya sangat bermakna dan dalam; 4) Keterangan Dharma dengan contoh sehari-hari sangat membumi. Mungkin jarang ada praktisi yang bisa menjelaskan sebegitu detailnya, ini juga merupakan hasil praktik Om Salim yang jam terbangnya sudah tinggi.

Sukses selalu dalam membantu Indonesia membabarkan relief Borobudur, ini ide yang luar biasa! Semoga Potowa di Indonesia bisa berjalan dengan bagus dan semakin sukses membabarkan roda Dharma. Terutama untuk Om, selalu jaga kesehatan dengan baik dan agar sehat selalu.

***

Sesi demi sesi pemahaman saya tentang Dharma semakin jelas. Saya bersyukur sekali di kehidupan ini bisa bertemu Dharma dan bisa bertemu guru seperti Om Salim. Ajaran Buddha setelah saya praktikkan dalam kehidupan sehari-hari begitu membantu dan juga menjadikan pribadi saya lebih baik dan bermanfaat untuk sekitar saya.

***

Ini pengalaman pertama mengikuti Belabar. Saya merasa bahagia, sangat beruntung dapat mengikuti Belabar, belajar Dharma, dapat ilmu dari Om, mengatasi unek-unek dalam hati (klesha), mengatasi rasa kecewa yang selama ini dipendam, dapat menghilangkan rasa benci/dendam pada seseorang saat ini, ada kedamaian di dalam hati, mengurangi sifat pelupa. Bila ada kesempatan saya ingin ikut Belabar lagi.

***

Saya sudah ikut Belabar tiga kali. Pengalaman di Belabar, semua orang sangat baik hati, tidak ada yang rewel, mengeluh, semua sama-sama mau belajar untuk pengembangan diri. Materi yang diajarkan sangat membantu saya untuk menghadapi tantangan hidup ini. Selama Belabar tetap diadakan, saya bertekad akan ikut setiap tahunnya. Terima kasih kepada Om Salim dan kepada seluruh panitia dan para donatur.

***

Ini adalah Belabar pertama yang pernah saya ikuti. Sejak dulu, saya selalu ingin mempelajari tentang kehidupan, karena saya memiliki banyak pertanyaan tentang cara menjalani hidup ini. Saya telah mencoba untuk mencari jawaban, membaca dari berbagai sumber, akan tetapi saya masih belum menemukan jawaban yang pas atas pertanyaan-pertanyaan saya. Banyak hal yang saya pelajari beberapa hari ini, saya merasa mendapat pandangan yang lebih jernih dan pikiran saya menjadi lebih luas. Saya merasa dapat mengapresiasi banyak hal yang tadinya saya anggap sepele. Saya akan berusaha lebih awas dan mencoba mempraktikkan ilmu-ilmu yang Om bagikan dalam kehidupan saya. Terima kasih Om, panitia dan pihak-pihak lain yang terlibat. Semoga saya dapat mengikuti Belabar berikutnya.

***

Terima kasih banyak, Om. Banyak yang saya dapatkan dari Belabar, terutama saya banyak belajar menerima keadaan, lebih bisa menahan amarah dan berpikir dulu sebelum emosi keluar.

***

Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih kepada Om yang telah membimbing saya untuk menemukan jati diri positif dalam diri saya. Juga memberitahukan bagaimana bertanggung jawab terhadap hidup sebagai manusia. Dengan daya yang besar, maka akan ada tanggung jawab yang besar pula. Dan saya juga memutuskan untuk bertanggung jawab atas segala upaya positif saya. Salam spektakuler, Om.

***

Saya beragama Buddha sejak kecil, tetapi saya tak pernah mendapatkan ajaran Buddhadharma. Beberapa bulan lalu saya merasa pikiran dan perasaan saya sangat tersesat, gelap dan hampir putus asa, karena masalah-masalah yang saya alami terasa begitu beratnya. Begitu banyak klesha-klesha dalam diri saya: kebingungan, takut akan begitu banyaknya karma jelek yang telah saya perbuat, sakit hati, sedih, benci, marah, dengki...

Setelah ikut Belabar di Jambi bulan Mei 2016, saya langsung berani mengucapkan kata “maaf” kepada ayah saya, karena saya selalu ribut dengan ayah saya. Dan saya terkadang kasar karena mental yang keras, yang terbentuk oleh didikan ayah yang keras sedari kecil. Pada Belabar kali ini, saya makin mengerti bahwa Dharma yang Om Salim ajarkan dapat saya implementasikan dalam kehidupan saya. Saya akan coba dengan pengertian panca-khanda supaya bisa membuahkan karma yang baik dan mengimplementasikan pengertian dukkha, anicca, anatta supaya saya bisa lebih mempunyai kesadaran diri untuk melangkah dalam hidup. Juga beberapa Dharma lainnya yang saya paham maknanya, tapi saya lupa istilah-istilahnya.

Saya juga mendapat dukungan dan sharing dari teman-teman yang mempunyai pengalaman pribadi yang hampir sama dengan saya, dan itu sangat membantu saya untuk menemukan dan melengkapi bagian-bagian Dharma yang saya belum paham. Belabar Om Salim sangat mengisi kekosongan dan kehausan saya akan Buddhadharma selama ini. Sekarang sedikit banyak saya sudah mendapatkan landasan untuk menjalankan kehidupan dengan lebih baik lagi. Saya akan berbuat dan mengumpulkan karma baik sebanyak mungkin dalam sisa hidup saya, selagi saya berkesempatan terlahir sebagai manusia saat ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Om Salim Lee dan panitia-panitia penyelenggara Belabar.

***

Selama di Belabar saya belajar: 1) bagaimana peduli satu sama lain; 2) melakukan hal yang lebih baik lagi setiap harinya; 3) persaudaraan yang erat dengan teman-teman semua.

***

Mengikuti Belabar yang baru pertama kali ini, saya sangat terkesan. Saya mendapat banyak masukan pengetahuan yang belum pernah saya dapati sebelumnya, walaupun masih tersisa kebingungan di sana-sini. Ini menjadikan satu pengalaman yang berkesan sampai kapan pun, dapat berkumpul dan mengenal banyak sahabat dari berbagai daerah dan suku. Dapat mengenal Om yang dengan segenap tenaga dan waktu, serta kesabaran beliau dalam memberikan pengajaran. Untuk panitia yang sudah baik dalam memberikan pelayanan dan susunan acara yang ada, sukses terus dan tetap semangat semuanya. Kembangkan terus, majukan Buddhadharma di Bumi Nusantara ini.

***

Jika menganggap ‘pekerjaan’ adalah sulit, saat pekerjaan-pekerjaan lain berdatangan akan terasa seperti benang kusut yang sulit diberaikan, namun ketika keluar dari sudut pandang, maka benang tersebut dapat diurai.
     Kicauan burung, suara hembusan angin,
     Pemandangan yang sejuk dan begitu indah,
     Diiringi pembahasan Dharma yang tidak mudah,
     Dengan suguhan makanan penuh gizi,
     Pelan namun pasti dapat dimengerti,
     Berkat bimbingan Om Salim Lee.

Dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Om Salim, para panitia dan semua peserta. Sungguh menakjubkan!

***

Dari: Orang Jambi
Untuk: Guru di setiap kehidupanku

Saya merasa beruntung sekali bisa bertemu Om di kehidupan kali ini. Saya juga nyesal kadang suka malas, menyia-nyiakan waktu untuk mendengarkan Dharma. Tapi saya ingin lebih baik lagi, karena setiap saya ngantuk aku langsung melihat Om. Om juga pasti capek, sedangkan saya cuma duduk dan mendengar, harusnya saya bisa lebih semangat. Maaf juga Om, saya rasa saya belum baik. Tapi setelah pulang dari retret ini, saya ingin berusaha lebih baik lagi, peduli dan selalu melek. Terima kasih untuk waktu dan usaha Om. Om tenang aja, saya akan berusaha mempraktikkan cara-cara untuk lebih terampil dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih banyak, Om, jangan lupa ke Jambi. Hahaha…

***

Selama mengikuti Belabar, banyak sekali hal-hal yang saya pelajari. Saking banyaknya rasanya otak ini tak mampu menyimpan memori yang begitu banyak. Walaupun saya kadang merasa “mengerti” apa yang Om Salim sampaikan, kadang saya juga merasa “tak mengerti.”

Ada banyak hal yang membuat saya sadar, salah satunya adalah selama ini saya enggan peduli terhadap orang lain. Saat saya menonton video orang yang saling menangkap bola, ternyata memang selama ini saya kurang peduli terhadap orang yang tidak saya kenal, yang tidak ada kepentingan dengan saya. Dan saya juga baru menyadari bahwa sikap ogah-ogahan dan enggan terhadap orang lain (mungkin karena malu) juga merupakan wujud kesombongan diri. Mungkin selama ini, saya hidup dalam persepsi dan pikiran sendiri ketika menilai sikap-sikap orang lain terhadap diri kita. Banyak yang ingin saya tulis, tapi karena keterbatasan waktu, cukup segini saja.

Terima kasih kepada Om, panitia dan semua orang di sini yang saya kenal maupun yang sama sekali tidak saya kenal. Dari Belabar ini, saya banyak memperoleh pelajaran-pelajaran berharga, yang mungkin kalau ditulis bisa satu jilid.

***