Kesan Pesan Belabar Idul Fitri 2016 (Part 1)

Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
Sungguh bahagia bisa mengikuti Belabar. Sebelumnya saya merasa apa pun yang saya lakukan itu wajar dan lumrah atas situasi yang dihadapi. Kali ini, saya merasa seperti cubitan atas sikap yang banyak berlawanan dengan apa yang saya lakukan selama ini. Akhir-akhir ini, begitu banyak serangan klesha yang keluar. Tapi, Belabar kali ini, saya tidak hanya mengerti, tapi benar-benar mengetahui bahwa “itu adalah serangan klesha.” Kali ini, saya juga merasakan kebaikan, cinta, ketulusan dan begitu banyak kualitas baik yang telah dilakukan oleh kedua orang tua saya. Benar-benar menyadari betapa baiknya mereka terhadap saya dan kakak-kakak saya. Saya bertekad tidak menyia-yiakan hidup ini untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

***

Pengalaman yang saya dapat dari awal hingga malam terakhir Belabar ini adalah mencoba mengurangi “ego” dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, pandangan saya lebih condong mencoba memandang segala kasus dari kedua belah pihak, sepulang dari Belabar ini saya akan mencoba mengurangi ego secara bertahap dengan melatih meditasi. Terima kasih untuk Om yang dengan sabar mau mengajarkan saya dan terima kasih juga kepada teman-teman panitia yang sangat baik.

***

Banyak manfaat yang saya peroleh dengan mengikuti Belabar ini: 1) Sangat terbantu dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan mengetahui Dharma yang Om ajarkan, saya menjadi lebih ‘melek’ dan menjalani kehidupan dengan lebih ringan dan senang; 2) Lebih tahu bagaimana menjalani kehidupan yang lebih bermanfaat dan peduli dengan yang lain; 3) Banyak belajar dari teman-teman yang lain ketika diskusi; 4) Secara pribadi, saya merasa adanya penambahan kapasitas (potensi positif) yang dilakukan. Contohnya, berusaha lebih peduli, berusaha menjalankan sila, berusaha tidak menghakimi, lebih berupaya untuk menahan marah atau tidak langsung bereaksi ketika marah, berusaha lebih bermanfaat untuk orang lain di manapun berada. Terima kasih banyak untuk Om, para panitia dan teman-teman semua.

***

Hal-hal yang tadinya menjadi rutinitas di kehidupan sehari-hari membuat saya lupa akan banyak hal. Terbelenggu dengan tekanan, stres dan kemarahan, dan definisi kegagalan membuat saya hilang kendali atas diri. Perjalanan mengikuti Belabar ini, membuat saya teringat. Om pun mengingatkan saya dengan ajaran, di mana saya harap dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari dan di lingkungan kerja. Mungkin ada beberapa materi yang belum bisa saya pahami, agar di lain kesempatan dapat saya cari tahu dan pelajari. Terima kasih kepada panitia Belabar juga untuk dedikasinya, sehingga ini terwujud dan berjalan dengan baik. Akhir kata, what doesn’t kill you makes you stronger. Apa pun yang tidak membunuhmu akan membuatmu kuat!

***

Selama beberapa hari ini, saya belajar banyak hal yang membantu saya mengerti lebih dalam mengenai Buddhadharma, walau beberapa pertanyaan masih terngiang-ngiang dan tak terjawab (entah karena tak terjawab atau sulit terjawab karena keterbatasan bahasa). Tentu saja, kebutuhan untuk menjawab pertanyaan tak terjawab itu melampaui jumlah pertanyaan yang terjawab. Lucu sih, kalau dibayangkan bahwa kebanyakan pertanyaan saya terjawab, selalu di momen yang tepat! Ketika saya memikirkan satu pertanyaan, sebelum bertanya pada Guru, ternyata pertanyaan itu sudah ditanyakan oleh peserta lain!

Banyak pertanyaan yang bermunculan di pikiran saya ketika saya menyerap ajaran dari Guru. Saya jadi mengerti lebih banyak, semua terasa jelas. Karena itu, saya benar-benar bersyukur dan menghargai waktu yang diberikan ini. Selain itu, saya benar-benar berbahagia melihat begitu banyak orang yang berkesempatan baik untuk mendengarkan ajaran.

Sangat disayangkan bahwa kondisi dan waktu membatasi sesi-sesi kita, kelihatannya masih banyak yang bisa dibagikan dan masih banyak peserta yang ingin bertanya. Apabila semua kondisi mendukung, akan ada waktu di mana kita semua akan bertemu lagi dan belajar bersama lagi. Akhir kata, dengan segala kerendahan hati saya ucapkan terima kasih kepada Guru dan semua panitia atas usaha yang seperti Bodhisattva, membuat aktivitas kita semua mekar dengan indahnya.

***

Dalam Belabar tahun ini, muncul penolakan-penolakan yang bisa dirasakan, namun sekaligus tahun ini juga saya mendapatkan beberapa hal: 1) Saya lebih bisa merasakan bahwa sosok “saya” selama ini solid sekali. Kali ini, saya lebih mengerti bahwa sosok ini sifatnya tidak solid dan saya mau lebih berhati-hati mengenai tubuh, ucapan dan pikiran saya sehari-hari karena hal-hal ini sangat mempengaruhi dunia yang saya alami; 2) Kali ini pemahaman tentang Bodhicitta lebih dimengerti; 3) Terinspirasi untuk melakukan 2 sesi meditasi setiap hari dengan rutin dan prioritaskan waktu untuk belajar setiap hari.

Terima kasih Om buat penjelasan-penjelasan, pengertian, sharing pengalaman pribadi serta kebaikan hati dari Om selama beberapa tahun ini. Terima kasih Om sudah hadir dalam hidup saya dan sudah berperan banyak sehingga saya bisa melihat hidup dengan lebih jelas.

***

Pengalaman dan pembelajaran selama Belabar: Bila ada rasa marah atau kecewa, saya belajar untuk merasakan perasaan tersebut, tidak ditambah dengan bumbu-bumbu. Belajar untuk berbuat baik, bukan karena butuh dianggap orang baik. Belajar tidak rewel dan senantiasa merasa berkecukupan. Belajar tidak hanya fokus pada satu hal atau orang-orang yang kita butuhkan, namun lebih awas ke sekeliling, tidak hanya peduli pada orang-orang yang dianggap menguntungkan saja. Belajar tidak meremehkan keyakinan orang lain hanya karena mereka berbeda keyakinan dengan kita, belajar menghargai pendapat orang lain, tidak menganggap pendapat kita sendiri yang benar. Selama Belabar, saya belajar untuk bermudita atau bersukacita melihat orang lain sukses dan bahagia, belajar untuk tidak mengkhawatirkan atau mencemaskan masa depan, belajar untuk tidak malas.

***

Boleh dikatakan Dharma yang saya dapatkan hanya dari orang tua di rumah, karena pendidikan saya selama sekolah tidak mengajarkan ajaran Buddha. Jujur, saya merasa agama yang melekat di status saya hanya sebatas formalitas agar tidak ada omongan-omongan yang kurang mengenakkan di lingkungan saya. Pedoman hidup saya selama ini boleh dikatakan “yang penting saya tidak berbuat dosa atau menyakiti orang lain.” Akan tetapi, tetap saja saya sering menyakiti orang-orang dengan perkataan dan perbuatan yang mungkin tak saya sadari. Kurang peka dengan kehidupan sekitar, karena sering timbul dalam pikiran saya bahwa agama yang ada di dunia ini hanyalah pintar-pintaran manusia saja dengan kepentingan mereka sendiri.

Sebelumnya, saya punya keyakinan bahwa apa yang dikatakan orang-orang belum tentu benar apabila belum saya buktikan sendiri, jadi seakan saya tidak percaya adanya Tuhan ataupun kehidupan setelah kematian. Akan tetapi, di sisi lain ada rasa takut dalam diri saya apabila keyakinan saya ini salah. Bagaimana jika Tuhan ataupun kehidupan lain setelah kematian memang benar ada? Karena itu, sebisa mungkin juga saya mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang mengenai perbuatan baik dan perbuatan tidak terpuji.

Dengan mengikuti Belabar ini, setidaknya saya merasakan indahnya kebersamaan, hidup saling tolong-menolong, peduli satu sama lain, lebih menghormati orang di sekitar. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas kesempatan yang saya dapatkan kali ini. Semoga saya bisa menerapkan ajaran Buddha di kehidupan sehari-hari saya.

***

Terima kasih Om, terima kasih panitia, terima kasih pada semua teman-teman, sehingga saya bisa merasakan Belabar dan suasana yang begitu menyenangkan. Walaupun badan sedang lelah, namun saya bisa mengikuti apa yang diajari, karena pas diskusi dijelaskan kembali oleh teman-teman. Mudah-mudahan suasana ini bisa dibawa pada saat turun gunung juga.

***

Ikut Belabar ini merupakan sesuatu yang menakjubkan, karena saya bisa bertemu dengan banyak orang. Saya merasa beruntung karena langkah saya untuk mengikuti Belabar ini dipermudah, mulai dari mendapat tumpangan teman, dari Bandung ke Bogor, tepatnya gunung Geulis. Di satu mobil, saya juga bertemu dengan teman yang lain. Saya mulai berkenalan dengan mereka dan tahu asal daerah mereka, ada yang dari Jambi, Cirebon dan Sukabumi. Sepanjang perjalanan kami saling bercerita.

Saya akan berbagi pengalaman saya mendengar ajaran yang dibabarkan Om Salim di setiap harinya: Hari pertama, saya merasa bahwa apa yang dibabarkan Om Salim sangat sesuai dengan peristiwa yang saya alami. Saya merasa tergugah. Hal yang menggugah saya adalah “Hidup itu di sini dan kini.” Saya pun mengerti bahwa hal-hal yang sudah terjadi itu sudah lewat, jadi kalau kita terus mengingat-ingat akan menyebabkan kekecewaan.

Hari kedua, penjelasan mengenai Doa dan Karma. Ternyata doa ada beberapa jenis, di antaranya adalah doa untuk menggaris-bawahi tekad, bahwa dengan mengetahui kondisi-kondisi, saya akan bisa berbuat sesuatu untuk kepentingan orang banyak. Karma pun didefinisikan sebagai tindakan, kehendak. Saya menyadari bahwa hidup itu ada turun dan naik. Yang baik tak selalu baik; yang buruk tak selalu buruk.

Hari ketiga, penjelasan bahwa kita menjadi emosi karena hal itu kita anggap penting. Di malam hari mendapatkan penjelasan mengenai Borobudur. Borobudur merupakan candi yang merepresentasikan cerita-cerita dalam sutra.

Hari keempat, saya mengerti bahwa dalam mengalami suatu hal, kita pisahkan sebab (sumber) dan perasaan (sensasi yang dialami), sehingga dengan pikiran yang tenang, kita dapat menganalisa suatu hal dengan lebih baik.

Hari kelima, saya mempelajari banyak hal yang belum pernah saya pelajari.

Hari keenam, saya belajar untuk melihat apa adanya, lebih menghargai orang lain, memberikan alternatif cara pandang, belajar untuk lebih murah hati.

Hari ketujuh, saya mendapatkan bahwa tidak ada “aku” yang solid. Hal ini bisa dimengerti dengan menyadari lebih mendalam tentang “space of the mind.”

Saya merasa beruntung memiliki karma sehingga dapat hadir di sini, saya bisa belajar begitu banyak hal, bertemu dengan banyak orang, terutama anggota kelompok-10. Di kelompok ini saya belajar banyak hal, baik berbagi pengalaman maupun pengetahuan.

Saya betul-betul menghargai Om Salim yang telah memberi saya inspirasi dengan berbagi Dharma. Terima kasih Om Salim yang membabarkan Dharma dengan sangat indah dan mudah dipahami. Terima kasih atas jawaban yang telah diberikan, hal ini membuat saya lebih paham dan terarah. Semoga saya memiliki karma agar bisa berkesempatan bertemu dengan Om Salim dan mendengarkan Dharma lagi. Semoga saya bisa merealisasikan ajaran yang telah diajarkan oleh Om Salim. Terima kasih banyak pada semua panitia. Terima kasih atas daya dan upaya yang diberikan oleh para panitia. Atas kerja keras kalian maka acara ini dapat terealisasi dan berjalan lancar.

***

Selama belajar di sini memang mendapatkan banyak manfaat. Mulai dari penjabaran teori, konsep, hingga aplikasinya untuk diri sendiri. Dari sisi ritual pun bagus, karena mengemas sutra-sutra dengan diiringi lagu. Dari sisi peserta yang hadir pun kebanyakan ramah-ramah sehingga bisa berinteraksi dengan baik. Dari sisi konsumsi juga bagus, ketika peserta telat makan masih disediakan makanan. Dari sisi materi dan transportasi pun bagus secara keseluruhan.

Beberapa masukan untuk panitia, agar menjaga jadwal dengan tegas. Saat penyampaian hasil diskusi, beberapa orang menyampaikan diskusi terlalu lama, sehingga menyebabkan jadwal acara menjadi mundur. Mungkin lebih baik setiap kelompok dijatah waktu untuk menyampaikan hasil diskusi. Pengajaran Om Salim bagus dan juga beliau bersedia menjelaskan secara rinci, panjang dan lebar. Tetapi efeknya, jadwal jadi mundur.

***

Sebelum ikut belabar dengan Om Salim, kesan pertama adalah saya takut belabar ini akan membosankan, tapi setelah dijalani, saya rasa retret ini seru dan terasa beda. Untuk ceramah hanya ada beberapa yang saya mengerti. Ada pertanyaan yang dari dulu tidak saya dapatkan jawabannya dari ceramah-ceramah, yakni mengenai ‘aku, siapa aku.’ Topik yang dibawakan juga luas. Biasanya, retret yang saya ikuti hanya membahas satu topik untuk satu sesi sampai waktu sesi habis, lalu dilanjutkan kembali dengan topik berbeda. Mungkin karena pembahasannya dalam sekali dan juga banyak, saya jadi agak sedikit kaget dan sulit mengerti, tapi seru.

***

Senang sekali karena bisa bertemu Om Salim dan teman-teman baru yang luar biasa. Sedikit demi sedikit, saya paham mengenai “Aku” yang sebenarnya tidak hakiki dari sananya. Banyak juga ilmu baru yang bisa saya pahami dengan kapasitas yang selalu ingin saya tingkatkan. Agar saya lebih peduli dengan orang banyak dan lebih awas dalam setiap tindakan yang dilakukan. Mengikuti ajaran ini membuat saya merasa lebih tahu apa yang ada dalam diri.

Terima kasih kepada panitia dari Potowa, yang telah peduli dan perhatian kepada kami. Maaf jika kami membuat repot semuanya. Agar semua bisa menjalankan ajaran yang luar biasa ini terhadap semua orang.

***

Sesudah mengikuti Belabar selama seminggu, kami sangat berterima kasih kepada Om Salim, semua panitia dan Pak Andi yang bersedia meminjamkan tempat ini buat kita. Kami sangat berharap Om Salim sehat-sehat dan mengajar kami lagi, supaya pengetahuan dan wawasan mengenai agama Buddha terus berkembang dan lebih bisa menghargai arti hidup ini. Ilmu yang kami dapat dari Om akan kami praktikkan dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari, serta di masyarakat atau lingkungan. Dari Belabar ini, kami lebih mengerti tentang meditasi dan Bodhicitta, tentang Borobudur, warisan dunia yang ada di depan mata, di negara kita.

***

Om, ini pertama kali saya ikut Belabar dengan latar belakang Katolik. Ada banyak pengalaman yang didapat selama Belabar, saya jadi lebih mengerti tentang arti dan tujuan hidup, pengetahuan lebih dalam mengenai Borobudur dan tentang Kebuddhaan itu sendiri, memahami arti membuat hidup jadi lebih bahagia. Jujur di hari pertama, kedua, ketiga, saya sangat bingung karena terbatasnya pengetahuan tentang ajaran Buddha. Namun hari keempat dan seterusnya, saya dapat lebih memahami, dan karena rasa penasaran, saya banyak mencari literatur lewat Google. Intinya, retret ini sangat membantu untuk belajar berpikir jernih, sehingga hidup ini menjadi lebih baik.

***

Ini pengalaman pertama saya mengikuti Belabar bersama Om Salim. Saya mendapatkan manfaat tentang kehidupan sehari-hari yang sering saya alami, walaupun ada yang tidak saya pahami tentang ajaran Dharma. Di sini saya merasa sangat bahagia melihat teman-teman bahagia. Ada rasa kekeluargaan. Terima kasih kepada panitia yang memberikan saya kesempatan untuk ikut Belabar ini. Saya sangat kagum sekali melihat teman-teman yang sudah lama ikut Belabar Om Salim. Semua pintar-pintar. Saya ingin ikut Belabar supaya ke depannya bisa lebih baik lagi. Terima kasih untuk Om Salim yang jauh-jauh datang ke Bogor untuk mengajarkan kita.

***
Bagus sekali! Stres sekaligus bersemangat untuk yang kreatif. Terima kasih buat Om Salim, teman-teman panitia, teman-teman semuanya. Senang sekali bersama teman-teman lain. Keren!
    Buah anggur, buah delima
    Candi Borobudur cerminan Dharma
    Liburan bersama Potowa
    Belajar bersama penuh tawa.