Tidak Bereaksi Negatif
Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
Kami bermaksud menjual mobil karena kami ingin balik ke Indonesia. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, kami memasang iklan dan yakin mobil ini bisa terjual dengan harga yang baik. Mobil yang baru digunakan selama satu tahun ini, kami rawat dengan baik mulai dari servis rutin, mengganti suku cadang yang terhitung mahal – demi kenyamanan dalam mengendarainya dan juga agar ketika terjual kembali, sang pembeli bisa menikmatinya.
Menjual mobil ternyata tidak semudah yang kami pikirkan, kami terganjal pada ‘title,’ sejenis status kendaraan yang akan menyulitkan pembeli menjual kembali. Kami lalu memutuskan ke dealer resmi kendaraan ini untuk memastikan harga iklan kami cukup masuk akal. Namun hasilnya lebih menyesakkan dada karena harga yang mereka tawarkan tak sampai 1/8 dari harga yang kami iklankan. Kendaraan kami dihargai tak lebih dari besi bekas! Intinya kami merasa telah dibohongi oleh penjual mobil sebelumnya.
Hati kami hancur saat itu … dan rasanya ingin mengunjungi tempat kami membeli kendaraan tersebut dan melampiaskan kemarahan ini, namun hati kecil berkata: “marah kepadanya pun tidak ada gunanya, hanya menambah rentetan masalah.” Lalu kami pun mencoba tidak marah, tidak terlalu larut dalam kesedihan, tapi mencari solusi atas mobil ini.
Saya menyadari ada perasaan ‘unhappy,’ itu tidak nyaman, dan tidak mudah menghadapinya. Ada perasaan dibohongi oleh tempat kami membeli kendaraan, dicurangi oleh teman kami selaku dealer. Tapi di tengah perasaan yang berkecamuk, ada motivasi agar orang lain tidak ‘tertipu’ seperti kami, agar pembeli mobil kami nanti tahu kondisi mobil yang dibelinya; harga rendah atau bahkan tidak untung pun atau nanti kendaraan ini diberikan kepada orang lain, kami sudah siap dengan hasil terburuk. Sungguh, itu hari yang berat buat kami.
Keesokan harinya, ada seseorang yang tertarik dengan iklan kami dan datang mengecek mobil. Tampaknya beliau cukup mengerti kendaraan, terbukti dengan keberaniannya mengecek sendiri mesin mobil kami. Lulus pengecekan darinya, dia menawar dengan harga yang jauh lebih tinggi dengan syarat boleh mengecek mesin mobil di bengkel yang diminta. Kami menyanggupinya!
Tapi hari berikutnya ada urusan lain lagi. Beliau membatalkan pengecekan dengan alasan bahwa informasi yang disampaikan padanya tentang spesifikasi mobil tidak sesuai. Setelah suami saya menerangkan dengan jelas kepadanya, baru kemudian beliau meminta waktu untuk menyelidiki lebih dalam. Sorenya, beliau bilang masih berminat dengan kendaraan kami. Di hari pengecekan mesin, puji syukur hasilnya lumayan baik. Ada beberapa hal yang memang harus diperbaiki karena faktor usia, bahkan pemilik bengkel pun berani membeli kendaraan kami. Harga berkurang sedikit dari ‘deal’ awal karena ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, tapi kami lega.
Hati saya terharu, inikah jalannya? Hanya orang yang tertarik dan berani yang akan datang, sungguh di luar nalar! Jika kita berangkat dengan motivasi yang baik dan tidak terlalu bereaksi negatif, mudah-mudahan jalan lebih terbuka.
Di sini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Om Salim dan teman-teman yang selalu berbagi kepada kami, meskipun dari jarak jauh. Dari kejadian ini, kami belajar bahwa motivasi dan hati yang baik akan menolong kita di mana pun kita berada.
Menjual mobil ternyata tidak semudah yang kami pikirkan, kami terganjal pada ‘title,’ sejenis status kendaraan yang akan menyulitkan pembeli menjual kembali. Kami lalu memutuskan ke dealer resmi kendaraan ini untuk memastikan harga iklan kami cukup masuk akal. Namun hasilnya lebih menyesakkan dada karena harga yang mereka tawarkan tak sampai 1/8 dari harga yang kami iklankan. Kendaraan kami dihargai tak lebih dari besi bekas! Intinya kami merasa telah dibohongi oleh penjual mobil sebelumnya.
Hati kami hancur saat itu … dan rasanya ingin mengunjungi tempat kami membeli kendaraan tersebut dan melampiaskan kemarahan ini, namun hati kecil berkata: “marah kepadanya pun tidak ada gunanya, hanya menambah rentetan masalah.” Lalu kami pun mencoba tidak marah, tidak terlalu larut dalam kesedihan, tapi mencari solusi atas mobil ini.
Saya menyadari ada perasaan ‘unhappy,’ itu tidak nyaman, dan tidak mudah menghadapinya. Ada perasaan dibohongi oleh tempat kami membeli kendaraan, dicurangi oleh teman kami selaku dealer. Tapi di tengah perasaan yang berkecamuk, ada motivasi agar orang lain tidak ‘tertipu’ seperti kami, agar pembeli mobil kami nanti tahu kondisi mobil yang dibelinya; harga rendah atau bahkan tidak untung pun atau nanti kendaraan ini diberikan kepada orang lain, kami sudah siap dengan hasil terburuk. Sungguh, itu hari yang berat buat kami.
Keesokan harinya, ada seseorang yang tertarik dengan iklan kami dan datang mengecek mobil. Tampaknya beliau cukup mengerti kendaraan, terbukti dengan keberaniannya mengecek sendiri mesin mobil kami. Lulus pengecekan darinya, dia menawar dengan harga yang jauh lebih tinggi dengan syarat boleh mengecek mesin mobil di bengkel yang diminta. Kami menyanggupinya!
Tapi hari berikutnya ada urusan lain lagi. Beliau membatalkan pengecekan dengan alasan bahwa informasi yang disampaikan padanya tentang spesifikasi mobil tidak sesuai. Setelah suami saya menerangkan dengan jelas kepadanya, baru kemudian beliau meminta waktu untuk menyelidiki lebih dalam. Sorenya, beliau bilang masih berminat dengan kendaraan kami. Di hari pengecekan mesin, puji syukur hasilnya lumayan baik. Ada beberapa hal yang memang harus diperbaiki karena faktor usia, bahkan pemilik bengkel pun berani membeli kendaraan kami. Harga berkurang sedikit dari ‘deal’ awal karena ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, tapi kami lega.
Hati saya terharu, inikah jalannya? Hanya orang yang tertarik dan berani yang akan datang, sungguh di luar nalar! Jika kita berangkat dengan motivasi yang baik dan tidak terlalu bereaksi negatif, mudah-mudahan jalan lebih terbuka.
Di sini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Om Salim dan teman-teman yang selalu berbagi kepada kami, meskipun dari jarak jauh. Dari kejadian ini, kami belajar bahwa motivasi dan hati yang baik akan menolong kita di mana pun kita berada.
