Gaung Dharma Dari Diskusi Minggu

Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
Berikut adalah sharing dari beberapa teman yang mengikuti diskusi Dharma di hari Minggu:

***
Ada beberapa hal yang menginspirasi saya dari diskusi minggu kemarin tentang sistem dan manajemen salah satu perusahaan otomotif, di antaranya: menempatkan motivasi memberi manfaat sebagai landasan utama, dan sangat menghargai ‘proses’ di samping tetap berada pada jalur visi dan misi perusahaan.

***
Itu membantu mengubah cara pikir saya bahwa permasalahan yang timbul dalam dunia usaha atau dunia kerja bukan cerminan suatu kekurangan atau hal negatif yang perlu disembunyikan, sebaliknya menjadi pembelajaran yang bermanfaat guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Tidak memberikan stigma negatif terhadap seseorang karena tidak bermanfaat bagi yang bersangkutan maupun kita sendiri. Juga respek terhadap orang lain agar bisa bekerja sama dengan baik.

***
Sadari dan ‘open’ bahwa kita tidak selalu dalam kondisi ‘mood’ (suasana hati) yang baik. Ada kalanya orang datang dengan ‘mood’ kemarahan. Karena kebaikan teman-teman yang mau mendengarkan keluh-kesah dan kesulitan yang dihadapi, itu lebih ringan dan rasanya indah.

***
Saya diingatkan kembali mengenai beberapa hal yang sering terlewatkan antara lain: ATENSI. Saya jarang mendeteksi gejala-gejala yang muncul di badan ini walaupun sudah ada sinyalnya, misalnya saat rasa cemburu timbul, dada terasa sesak, tapi karena saya menolaknya dan melanjutkannya dengan membuat skenario sehingga rasa cemburu semakin bertambah. Begitu juga dengan desas-desus tentang PHK, rasanya sedih dan saya belum siap. Karena tidak ada atensi, saya tambah dengan bumbu-bumbu sehingga seperti menambah minyak ke dalam api.

***
Belajar mengapresiasi diri sendiri. Dalam banyak kejadian kita mungkin merasa keputusan atau upaya yang kita lakukan ternyata kurang pas. Namun sejauh upaya atau keputusan yang diambil berlandaskan kemanfaatan buat orang lain, bukan demi diri sendiri, sekalipun ternyata dampaknya tidak menyenangkn semua orang, kita tetap perlu mengapresiasi diri sendiri. Terimalah dengan hati terbuka bahwa yang dapat kita lakukan atau putuskan saat ini, hanya itu. Tidak menyalahkan dan mengecilkan diri sendiri. Dengan kapasitas yang kita miliki saat ini, dengan kondisi eksternal yang ikut mempengaruhi, saat itu menurut kita itulah keputusan yang pas. Semangat menghadapi hari-hari dengan berani!