Berselancar di Atas Ombak Ganas Samsara
Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
Langkah terasa berat dan pertanyaan-pertanyaan muncul tentang kenapa saya bisa mengalami ini. Padahal saya ‘kan orang baik, tidak ada niat menyakiti orang lain. Semua pemahaman seolah bersembunyi entah di mana. Reaksi emosi muncul dengan begitu spontannya. Pindah kerjaan yang awalnya kelihatan lebih baik dengan penghasilan yang lebih besar, ternyata tidak seperti yang diharapkan. Penolakan dari sekeliling di tempat ini begitu terasa. Bulan demi bulan saya lalui dan tidak tampak membaik. Berangkat ke tempat kerja pun dengan hati yang berat. Saat itu saya berpikir seperti inikah rasanya di neraka, di mana semua orang terlihat memusuhi?
Lalu suatu saat saya mendengarkan penjelasan Om Salim tentang karma. Dulu sepemahaman saya, semua rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan ini disebabkan oleh karma lalu. Kalau menyenangkan berarti karma positif sedang matang, begitu juga sebaliknya, rasa tidak menyenangkan karena matangnya karma negatif. Ternyata penjelasan Om seperti memorak-porandakan pemahaman saya sebelumnya. Memang benar bahwa kondisi kita saat ini dipengaruhi oleh karma lalu. Tapi pilihan atau tindakan kita SAAT INI juga menentukan. Dan perbuatan, ucapan serta pikiran kita saat ini akan mempengaruhi perbuatan, ucapan dan pikiran kita di masa mendatang. Satu hal lagi yang menggarisbawahi bahwa karma tidaklah sekaku yang dipikirkan, karma bukan suratan yang tak bisa diubah. Kita masih punya kesempatan untuk melakukan sesuatu sekarang.
Nah, bagian ini yang menguatkan kembali semangat yang mulai pudar dikarenakan seolah-olah tidak ada jalan keluarnya. Dengan sati kita baru bisa mengalami apa pun yang muncul dan tidak bereaksi emosional tapi merespons. Begitu mengetahui ini, pelan-pelan saya tidak lagi melihat musuh dan merasakan neraka. Mulai aware ketika penolakan muncul. Bisa melihat bagaimana sosok ‘saya’ jika tidak sesuai dengan sosok yang dilihat orang lain, muncullah ketidakcocokkan satu sama lain. Semua perubahan terjadinya internal, tidak ada musuh di luar sana yang menyerang. Begitu ubah cara pandang, apa yang dialami pun berubah flavor-nya. Walaupun saya masih up and down tapi ada keyakinan ini pilihan yang terbaik untuk berani hadir dalam gejolak apa pun yang muncul. Tidak ada gunanya menolak apalagi bereaksi secara emosional, walaupun tak terpungkiri kadang terpeleset juga.
Satu hal yang perlu diingat semua ini akan meningkatkan kapasitas kita dalam mengalami apa pun yang muncul dengan penuh keberanian dan tak tergoyahkan. Merasa berterima kasih mengalami kondisi ini sehingga terpacu untuk lebih berani ‘hadir dengan penuh perhatian.’ Seperti perumpamaan tentang keledai yang dipecut baru jalan, begitu juga dengan kita, ketidaknyamanan yang dirasakan memecut kita untuk mengubah cara pikir. Tidak terus-menerus pakai cara pikir lama dengan menyalahkan orang lain yang dianggap menyulitkan kita dan mencari solusi di luar dengan harapan bisa menyelesaikan semua persoalan. Pada akhirnya perubahan internal yang akan mempengaruhi eksternalnya. Kitalah yang membentuk ‘alam’ kita sendiri. Tidak perlu khawatir dengan sosok saya atau anggapan tentang diri saya. Ada seribu saya bagi seribu orang. Yang mana yang benar atau salah tidak lagi jadi persoalan. Semua hanya rentetan pengalaman dari saat ke saat.
Terima kasih atas bimbingan Om Salim dan dukungan semua kalyana-mitta. Agar kita semua bisa secepatnya tergugah demi semua makhluk.
Lalu suatu saat saya mendengarkan penjelasan Om Salim tentang karma. Dulu sepemahaman saya, semua rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan ini disebabkan oleh karma lalu. Kalau menyenangkan berarti karma positif sedang matang, begitu juga sebaliknya, rasa tidak menyenangkan karena matangnya karma negatif. Ternyata penjelasan Om seperti memorak-porandakan pemahaman saya sebelumnya. Memang benar bahwa kondisi kita saat ini dipengaruhi oleh karma lalu. Tapi pilihan atau tindakan kita SAAT INI juga menentukan. Dan perbuatan, ucapan serta pikiran kita saat ini akan mempengaruhi perbuatan, ucapan dan pikiran kita di masa mendatang. Satu hal lagi yang menggarisbawahi bahwa karma tidaklah sekaku yang dipikirkan, karma bukan suratan yang tak bisa diubah. Kita masih punya kesempatan untuk melakukan sesuatu sekarang.
Nah, bagian ini yang menguatkan kembali semangat yang mulai pudar dikarenakan seolah-olah tidak ada jalan keluarnya. Dengan sati kita baru bisa mengalami apa pun yang muncul dan tidak bereaksi emosional tapi merespons. Begitu mengetahui ini, pelan-pelan saya tidak lagi melihat musuh dan merasakan neraka. Mulai aware ketika penolakan muncul. Bisa melihat bagaimana sosok ‘saya’ jika tidak sesuai dengan sosok yang dilihat orang lain, muncullah ketidakcocokkan satu sama lain. Semua perubahan terjadinya internal, tidak ada musuh di luar sana yang menyerang. Begitu ubah cara pandang, apa yang dialami pun berubah flavor-nya. Walaupun saya masih up and down tapi ada keyakinan ini pilihan yang terbaik untuk berani hadir dalam gejolak apa pun yang muncul. Tidak ada gunanya menolak apalagi bereaksi secara emosional, walaupun tak terpungkiri kadang terpeleset juga.
Satu hal yang perlu diingat semua ini akan meningkatkan kapasitas kita dalam mengalami apa pun yang muncul dengan penuh keberanian dan tak tergoyahkan. Merasa berterima kasih mengalami kondisi ini sehingga terpacu untuk lebih berani ‘hadir dengan penuh perhatian.’ Seperti perumpamaan tentang keledai yang dipecut baru jalan, begitu juga dengan kita, ketidaknyamanan yang dirasakan memecut kita untuk mengubah cara pikir. Tidak terus-menerus pakai cara pikir lama dengan menyalahkan orang lain yang dianggap menyulitkan kita dan mencari solusi di luar dengan harapan bisa menyelesaikan semua persoalan. Pada akhirnya perubahan internal yang akan mempengaruhi eksternalnya. Kitalah yang membentuk ‘alam’ kita sendiri. Tidak perlu khawatir dengan sosok saya atau anggapan tentang diri saya. Ada seribu saya bagi seribu orang. Yang mana yang benar atau salah tidak lagi jadi persoalan. Semua hanya rentetan pengalaman dari saat ke saat.
Terima kasih atas bimbingan Om Salim dan dukungan semua kalyana-mitta. Agar kita semua bisa secepatnya tergugah demi semua makhluk.
