“Mementang Busur Baja Trisakti: Tiga Jalan Satu Sasaran”
Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
• Banyak perubahan positif yang saya alami dalam menjalani hidup di profesi maupun keluarga. Semoga saya dapat berbagi kembali.
• Belabar kali ini benar-benar semangat, dua minggu sebelum berangkat saya sudah packing baju, saat belabar bangun jam 4 subuh. Bisa belajar peka dan tidak ngotot, tokoh ‘aku’ tidak serta-merta muncul begitu saja.
• Saya mendapat ilmu yang luar biasa berharga yang tidak didapati di sekolah, di sini saya belajar cara-cara menuju Penggugahan.
• Sesi diskusi sangat membantu dan menyenangkan.
• Saya akan berusaha menerapkan pengertian ‘amastaka,’ bermeditasi, berani ‘hadir’ dan menjalani hidup dengan ‘gagah.’ Saya dedikasikan kepada semua makhluk untuk keadaan bebas dari dukha.
• Ternyata memahami dan praktik Dharma itu tidak bisa instan, harus dipraktikkan atau didengar berulang-ulang, termasuk saya yang sudah ikut belabar 5x, baru kali ini ‘mengena’ dan benar-benar ‘terpukau.’
• Ini pertama kali saya ikut belabar, kesannya seperti mendapatkan sesuatu hal yang sangat berbeda, yang tak pernah saya alami sebelumnya.
• Rangkaian acara, isi materi yang berbobot, terutama ‘sepenuh hatinya’ Om Salim dan panitia demi terselenggaranya belabar ini membuat saya kagum. Suasana hangat membuat saya sangat nyaman dan betah.
• Amastaka, teknik baru untuk menjelaskan anatta dan shunyata, membawa saya pada dimensi kedalaman yang baru.
• Masih bingung mengenai anatta yang disimulasikan dengan meditasi amastaka. Untuk jadwal belabar selanjutnya mohon kembali diulang mengenai amastaka.
• Hari pertama saya sangat bosan, hari kedua dan seterusnya saya menikmatinya. Mungkin panitia bisa menambahkan permainan biar lebih semangat. Bagaimana pun juga, belabar ini sangat menarik dan membuka wawasan saya.
• Semoga belabar tetap diadakan terus dan kalau bisa juga di daerah.
• Kepada semua teman-teman belabar, terima kasih atas kebersamaan, keceriaan, persahabatan dan persaudaraan yang hangat. Sungguh beruntung bisa berada di antara kalian dan mendapatkan sharing sebagai sesama komunitas.
• Meski isi belabar serasa sama selama 11 tahun ini, tapi pengalamannya berbeda, yang pasti saya jalani hidup ini dengan lebih berani.
• Thank you Om. Without Your sharings that are so practical to apply. I will not be where I am. Ini ada …. itu ada. Sometimes I might be confused, but I will do my best in whatever I do.
• Selama belabar serasa berada di alam mana ... gitu… suasananya membawa perasaan tenang, keluar dari semua hiruk-pikuk kehidupan yang semerawut.
• Dengan ikut belabar ini saya diingatkan untuk tidak cemburu, marah dan hidup lebih berguna bagi orang lain.
• Setelah mengikuti belabar pertama pun, hidup saya tidak berubah lebih enak. Namun saya sudah mengerti bahwa pilihan kita banyak. Masih banyak emosi yang tersulut keluar, dan “oh” moment (mengerti) juga sudah semakin banyak.
• Terima kasih atas kebaikan Om Salim yang tak pernah lelah berbagi dengan kami, senantiasa meluangkan waktu dan tenaganya demi memberi manfaat bagi banyak orang.
• Setelah belabar pertama, saya sadar bahwa orang-orang di sekeliling sangat sulit menghadapi saya. Muncul motivasi untuk mengikuti belabar setiap tahun. Namun saat belabar selalu mengantuk. Tahun ini, seminggu sebelum belabar saya benar-benar menjaga kesehatan, mempersiapkan diri dengan baik, hasilnya saya lebih semangat biar pun kadang masih mengantuk.
• Belabar ini sangat bermanfaat untuk hidup saya. Saya sungguh merasakan bahwa apa yang kita lakukan akan sangat berpengaruh pada lingkungan dan orang-orang di sekitar kita.
• Saat kembali ke lingkungan kerja, banyak hal yang saya kira sudah bisa saya atasi, kenyataannya saya tetap tidak berdaya. Om selalu mengajarkan untuk skillful, harus berani menghadapi dan selalu menerapkan Dhamma dalam hidup kita.
• Saya sangat terkesan dengan belabar karena di sini benar-benar belajar bersama. Dharma bukan hanya dipelajari sebagai pengetahuan tetapi yang dipelajari benar-benar dapat dipraktikkan dalam hidup sehari-hari. Diskusi yang dilakukan juga berdasarkan kekeluargaan. Tak ada tujuan untuk siapa yang menang, siapa yang kalah, hanya ingin saling berbagi.
• Tidak ada kata-kata yang bisa mewakili rasa terima kasih ke Om Salim. Dengan segala kekurangan dan kemampuan yang ada, saya bertekad untuk bisa tetap tegar menghadapi apa pun sebisa mungkin dan memberi manfaat bagi orang lain.
• Belabar kali ini benar-benar semangat, dua minggu sebelum berangkat saya sudah packing baju, saat belabar bangun jam 4 subuh. Bisa belajar peka dan tidak ngotot, tokoh ‘aku’ tidak serta-merta muncul begitu saja.
• Saya mendapat ilmu yang luar biasa berharga yang tidak didapati di sekolah, di sini saya belajar cara-cara menuju Penggugahan.
• Sesi diskusi sangat membantu dan menyenangkan.
• Saya akan berusaha menerapkan pengertian ‘amastaka,’ bermeditasi, berani ‘hadir’ dan menjalani hidup dengan ‘gagah.’ Saya dedikasikan kepada semua makhluk untuk keadaan bebas dari dukha.
• Ternyata memahami dan praktik Dharma itu tidak bisa instan, harus dipraktikkan atau didengar berulang-ulang, termasuk saya yang sudah ikut belabar 5x, baru kali ini ‘mengena’ dan benar-benar ‘terpukau.’
• Ini pertama kali saya ikut belabar, kesannya seperti mendapatkan sesuatu hal yang sangat berbeda, yang tak pernah saya alami sebelumnya.
• Rangkaian acara, isi materi yang berbobot, terutama ‘sepenuh hatinya’ Om Salim dan panitia demi terselenggaranya belabar ini membuat saya kagum. Suasana hangat membuat saya sangat nyaman dan betah.
• Amastaka, teknik baru untuk menjelaskan anatta dan shunyata, membawa saya pada dimensi kedalaman yang baru.
• Masih bingung mengenai anatta yang disimulasikan dengan meditasi amastaka. Untuk jadwal belabar selanjutnya mohon kembali diulang mengenai amastaka.
• Hari pertama saya sangat bosan, hari kedua dan seterusnya saya menikmatinya. Mungkin panitia bisa menambahkan permainan biar lebih semangat. Bagaimana pun juga, belabar ini sangat menarik dan membuka wawasan saya.
• Semoga belabar tetap diadakan terus dan kalau bisa juga di daerah.
• Kepada semua teman-teman belabar, terima kasih atas kebersamaan, keceriaan, persahabatan dan persaudaraan yang hangat. Sungguh beruntung bisa berada di antara kalian dan mendapatkan sharing sebagai sesama komunitas.
• Meski isi belabar serasa sama selama 11 tahun ini, tapi pengalamannya berbeda, yang pasti saya jalani hidup ini dengan lebih berani.
• Thank you Om. Without Your sharings that are so practical to apply. I will not be where I am. Ini ada …. itu ada. Sometimes I might be confused, but I will do my best in whatever I do.
• Selama belabar serasa berada di alam mana ... gitu… suasananya membawa perasaan tenang, keluar dari semua hiruk-pikuk kehidupan yang semerawut.
• Dengan ikut belabar ini saya diingatkan untuk tidak cemburu, marah dan hidup lebih berguna bagi orang lain.
• Setelah mengikuti belabar pertama pun, hidup saya tidak berubah lebih enak. Namun saya sudah mengerti bahwa pilihan kita banyak. Masih banyak emosi yang tersulut keluar, dan “oh” moment (mengerti) juga sudah semakin banyak.
• Terima kasih atas kebaikan Om Salim yang tak pernah lelah berbagi dengan kami, senantiasa meluangkan waktu dan tenaganya demi memberi manfaat bagi banyak orang.
• Setelah belabar pertama, saya sadar bahwa orang-orang di sekeliling sangat sulit menghadapi saya. Muncul motivasi untuk mengikuti belabar setiap tahun. Namun saat belabar selalu mengantuk. Tahun ini, seminggu sebelum belabar saya benar-benar menjaga kesehatan, mempersiapkan diri dengan baik, hasilnya saya lebih semangat biar pun kadang masih mengantuk.
• Belabar ini sangat bermanfaat untuk hidup saya. Saya sungguh merasakan bahwa apa yang kita lakukan akan sangat berpengaruh pada lingkungan dan orang-orang di sekitar kita.
• Saat kembali ke lingkungan kerja, banyak hal yang saya kira sudah bisa saya atasi, kenyataannya saya tetap tidak berdaya. Om selalu mengajarkan untuk skillful, harus berani menghadapi dan selalu menerapkan Dhamma dalam hidup kita.
• Saya sangat terkesan dengan belabar karena di sini benar-benar belajar bersama. Dharma bukan hanya dipelajari sebagai pengetahuan tetapi yang dipelajari benar-benar dapat dipraktikkan dalam hidup sehari-hari. Diskusi yang dilakukan juga berdasarkan kekeluargaan. Tak ada tujuan untuk siapa yang menang, siapa yang kalah, hanya ingin saling berbagi.
• Tidak ada kata-kata yang bisa mewakili rasa terima kasih ke Om Salim. Dengan segala kekurangan dan kemampuan yang ada, saya bertekad untuk bisa tetap tegar menghadapi apa pun sebisa mungkin dan memberi manfaat bagi orang lain.
