Senandung Sutra Irama Hidup
Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026
Pada tanggal 26-29 Juni 2014, Potowa Center kembali mengadakan Belabar (belajar bareng) Remaja 2014 di Chan Meditation Center, Mega Mendung, Bogor. Acara Belabar Remaja kali ini diikuti oleh 31 peserta dari pelajar SD hingga SMA dan dibantu oleh 28 kakak pembina. Selain mendengarkan Dharma, berdiskusi, dan meditasi, tak ketinggalan pula permainan yang diadakan di dalam maupun di luar ruangan untuk saling mengenal dan membentuk kerja sama tim, yoga, jalan-jalan bersama, nonton bareng, dll. Selama belabar, tidak hanya adik-adik yang belajar, tetapi semua kakak pembina juga ikut belajar dan terinspirasi oleh semangat adik-adik.
Berikut adalah beberapa cuplikan kesan dan pesan dari para peserta belabar:
• Saya merasa senang mendapat teman baru, pengalaman baru dan pengetahuan baru. Saya mendapatkan hal yang luar biasa di sini, banyak teman-teman yang memiliki pengalaman yang menarik. Semoga teman-teman lain bisa terinspirasi dengan beberapa hal yang disampaikan di sini. Amazing!
• Saya merasa senang berada di sini, belajar lebih banyak tentang meditasi dan mengerti lebih banyak tentang Dharma. Saya juga belajar untuk membantu, di hari pertama saya mencuci banyak piring, hal yang tak pernah saya lakukan di rumah. Saya bertemu dengan banyak teman yang mempunyai kesukaan yang sama dan juga tertarik pada adik saya. Sedikit pesan, mungkin kamar perempuan bisa diberi gorden agar bisa mendapat lebih banyak privasi dan kasurnya juga diperbanyak.
• Seru dan menambah pengalaman, sekalian mengisi liburan dengan belajar. Jadwalnya jangan terlalu padat, tapi makanannya enak-enak dan Cici dan Koko seru-seru.
• Terus-terang saya bahagia sekali, karena belabar selalu menyentuh hati saya terutama tayangan videonya. Juga membuat saya sadar akan perbuatan yang saya lakukan … Pokoknya belabar ini berharga sekali, saya tidak menyesal mengikutinya.
• Sangat menyenangkan, belajar lebih disiplin, mendapat pelajaran yang bermakna, belajar tentang Dharma, bermain bersama, menambah rasa percaya diri, tahu tentang cara dan manfaat bermeditasi. Permainannya seru dan menarik. Tapi bangun tidur jangan terlalu pagi dan tidurnya jangan terlalu malam ya, waktu istirahat juga kurang …
• Kesannya menyenangkan, kita diajarkan untuk lebih mandiri dan menghargai orang lain. Dan karena pesertanya adalah remaja-remaja, ada baiknya topiknya jangan terlalu sukar dipahami, tetapi yang lebih mengena untuk dunia para remaja, misalnya tentang kegalauan para remaja, dan waktu sharing juga jangan terlalu lama.
• Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Cici dan Koko yang telah meluangkan waktu dan berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dan dengan mengikuti belabar ini, saya merasakan perubahan dalam diri saya. Pesan saya, waktu diskusi jangan terlalu lama.
Selain kesan dan pesan dari peserta, berikut adalah pengalaman dari para pembina dan juga orang tua peserta:
• Terima kasih banyak, terutama kepada ketua panitia dan wakil ketua yang telah melakuan persiapan dan koordinasi selama berminggu-minggu, dan juga teman-teman panitia lainnya. Suatu ‘tugas’ telah dilakoni dengan baik.
• Turut bergembira atas usaha dari semua yang terlibat, juga untuk yang harus mengatur jadwal liburan dengan keluarga demi mengikuti belabar ini. Great Heart!
• Senang melihat orang lain juga senang. Mulai rapat persiapan sampai turun gunung setelah belabar, banyak yang dialami sampai acara berakhir, dan rasa itu terbalaskan oleh senyum dan tawa dari adik-adik dan teman-teman semua.
• Kepada yang telah mendedikasikan hati dan pikiran mereka untuk kebahagiaan banyak makhluk, semoga kebahagiaan tak pernah jauh dari mereka, penuh suka cita dan cinta dalam keluarga, dan mampu menjawab tantangan dalam segala bentuk. Agar mereka segera mencapai kebahagiaan tertinggi tanpa halangan. Terima kasih untuk semua teman-teman, untuk doa dan energi positif yang selalu menyertai. Sepertinya suksesnya belabar ini adalah suksesnya anak-anak, kita-kita yang terimbas dampak positifnya. Jadi merekalah yang menginspirasi kita.
• Bro & Sis, terima kasih atas segala upaya dan kebersamaan di belabar kemarin, kita melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Ketua dan wakilnya luar biasa semangatnya, kordinator dan asisten tiap-tiap bidang, semuanya hebat. Kita belajar dan tumbuh bersama. Turut berbahagia!
• Terima kasih untuk kalian semua, senang melihat semua orang ikut serta menanam potensi positif. Mama teman kita juga ikut membantu memotong sayur di dapur. Suatu kegiatan yang menjadi sebab dibuatnya banyak kebajikan. Sekecil apa pun yang kita lakukan, itu saling mempengaruhi, dengan mengingat ini ada, itu ada. Kerja sama yang baik. Turut bergembira atas semua usaha-usaha terbaik.
• Semua orang sangat bersahabat.
• Yang paling berkesan adalah mendengar penjelasan dengan menggunakan ilustrasi waktu mengunyah terung (masakan terung sempat menjadi pembicaraan hangat karena sebagian besar peserta tidak menyukainya). Dirasakan saja rasanya, jangan ditambah-tambahkan dengan cerita yang kita bikin sendiri. Juga saat mandi, dirasakan saja ketika diguyur air dingin. Saat meditasi 24 menit, bisa saya lalui tanpa merasa ‘kapan ya alarmnya berbunyi?’ Dan kebetulan kamar saya dekat dengan kamar peserta cowok, otomatis saya sering melihat dan berinteraksi dengan mereka. Mereka baik dan patuh. Di hari terakhir, sewaktu bersama-sama melantunkan lagu ‘Paticcasamuppada,’ langsung terbayang tingkah mereka selama mengikuti belabar ini dan menjadi terharu dan berat untuk berpisah. Di sini juga sangat terasa praktik kasih sayang itu bisa diberikan ke siapa saja, tidak lagi dibatasi oleh label apakah mereka keluarga, saudara, teman atau orang yang kita kenal baik atau tidak. Terima kasih untuk semuanya.
• Anak-anak dari awal sampai akhir, dari pagi hingga malam masih penuh semangat, kita jadi tertular semangat mereka dan kagum dengan keterbukaan hati mereka. Mereka mudah bergaul dan mau ikut berpartisipasi dalam menghidupkan suasana belabar. Kedewasaan mereka muncul ketika kita tidak menganggap mereka anak-anak. Kebisaan mereka muncul ketika kita tidak menganggap mereka tidak bisa. Buddhadharma ada mengenai hidup, jadi tentu semua orang bisa, baik muda, tua, pria atau wanita.
• Saya senang sekali dengan diadakannya belabar di hari libur anak-anak. Saya lebih senang lagi ketika menyaksikan kedua anak saya bisa terbebas dari iPad dan ternyata mereka oke-oke saja.
• Anak-anak saya senang dan menikmati belabar ini, terutama dibimbing oleh kakak-kakak yang sabar dan fun. Biasanya mereka suka protes kalau diminta ikut retret, tapi ketika ditanyai setelah belabar, mereka langsung menjawab “enak … asyik.”
• Peserta yang saya daftarkan mengatakan, “Belabar ini seru banget, terima kasih banyak.” Bahkan ketika ingin diantar pulang dengan mobil, mereka mengatakan, “Mau ikut bis aja, biar bisa bareng dengan teman-teman.”
Berikut adalah beberapa cuplikan kesan dan pesan dari para peserta belabar:
• Saya merasa senang mendapat teman baru, pengalaman baru dan pengetahuan baru. Saya mendapatkan hal yang luar biasa di sini, banyak teman-teman yang memiliki pengalaman yang menarik. Semoga teman-teman lain bisa terinspirasi dengan beberapa hal yang disampaikan di sini. Amazing!
• Saya merasa senang berada di sini, belajar lebih banyak tentang meditasi dan mengerti lebih banyak tentang Dharma. Saya juga belajar untuk membantu, di hari pertama saya mencuci banyak piring, hal yang tak pernah saya lakukan di rumah. Saya bertemu dengan banyak teman yang mempunyai kesukaan yang sama dan juga tertarik pada adik saya. Sedikit pesan, mungkin kamar perempuan bisa diberi gorden agar bisa mendapat lebih banyak privasi dan kasurnya juga diperbanyak.
• Seru dan menambah pengalaman, sekalian mengisi liburan dengan belajar. Jadwalnya jangan terlalu padat, tapi makanannya enak-enak dan Cici dan Koko seru-seru.
• Terus-terang saya bahagia sekali, karena belabar selalu menyentuh hati saya terutama tayangan videonya. Juga membuat saya sadar akan perbuatan yang saya lakukan … Pokoknya belabar ini berharga sekali, saya tidak menyesal mengikutinya.
• Sangat menyenangkan, belajar lebih disiplin, mendapat pelajaran yang bermakna, belajar tentang Dharma, bermain bersama, menambah rasa percaya diri, tahu tentang cara dan manfaat bermeditasi. Permainannya seru dan menarik. Tapi bangun tidur jangan terlalu pagi dan tidurnya jangan terlalu malam ya, waktu istirahat juga kurang …
• Kesannya menyenangkan, kita diajarkan untuk lebih mandiri dan menghargai orang lain. Dan karena pesertanya adalah remaja-remaja, ada baiknya topiknya jangan terlalu sukar dipahami, tetapi yang lebih mengena untuk dunia para remaja, misalnya tentang kegalauan para remaja, dan waktu sharing juga jangan terlalu lama.
• Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Cici dan Koko yang telah meluangkan waktu dan berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dan dengan mengikuti belabar ini, saya merasakan perubahan dalam diri saya. Pesan saya, waktu diskusi jangan terlalu lama.
Selain kesan dan pesan dari peserta, berikut adalah pengalaman dari para pembina dan juga orang tua peserta:
• Terima kasih banyak, terutama kepada ketua panitia dan wakil ketua yang telah melakuan persiapan dan koordinasi selama berminggu-minggu, dan juga teman-teman panitia lainnya. Suatu ‘tugas’ telah dilakoni dengan baik.
• Turut bergembira atas usaha dari semua yang terlibat, juga untuk yang harus mengatur jadwal liburan dengan keluarga demi mengikuti belabar ini. Great Heart!
• Senang melihat orang lain juga senang. Mulai rapat persiapan sampai turun gunung setelah belabar, banyak yang dialami sampai acara berakhir, dan rasa itu terbalaskan oleh senyum dan tawa dari adik-adik dan teman-teman semua.
• Kepada yang telah mendedikasikan hati dan pikiran mereka untuk kebahagiaan banyak makhluk, semoga kebahagiaan tak pernah jauh dari mereka, penuh suka cita dan cinta dalam keluarga, dan mampu menjawab tantangan dalam segala bentuk. Agar mereka segera mencapai kebahagiaan tertinggi tanpa halangan. Terima kasih untuk semua teman-teman, untuk doa dan energi positif yang selalu menyertai. Sepertinya suksesnya belabar ini adalah suksesnya anak-anak, kita-kita yang terimbas dampak positifnya. Jadi merekalah yang menginspirasi kita.
• Bro & Sis, terima kasih atas segala upaya dan kebersamaan di belabar kemarin, kita melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Ketua dan wakilnya luar biasa semangatnya, kordinator dan asisten tiap-tiap bidang, semuanya hebat. Kita belajar dan tumbuh bersama. Turut berbahagia!
• Terima kasih untuk kalian semua, senang melihat semua orang ikut serta menanam potensi positif. Mama teman kita juga ikut membantu memotong sayur di dapur. Suatu kegiatan yang menjadi sebab dibuatnya banyak kebajikan. Sekecil apa pun yang kita lakukan, itu saling mempengaruhi, dengan mengingat ini ada, itu ada. Kerja sama yang baik. Turut bergembira atas semua usaha-usaha terbaik.
• Semua orang sangat bersahabat.
• Yang paling berkesan adalah mendengar penjelasan dengan menggunakan ilustrasi waktu mengunyah terung (masakan terung sempat menjadi pembicaraan hangat karena sebagian besar peserta tidak menyukainya). Dirasakan saja rasanya, jangan ditambah-tambahkan dengan cerita yang kita bikin sendiri. Juga saat mandi, dirasakan saja ketika diguyur air dingin. Saat meditasi 24 menit, bisa saya lalui tanpa merasa ‘kapan ya alarmnya berbunyi?’ Dan kebetulan kamar saya dekat dengan kamar peserta cowok, otomatis saya sering melihat dan berinteraksi dengan mereka. Mereka baik dan patuh. Di hari terakhir, sewaktu bersama-sama melantunkan lagu ‘Paticcasamuppada,’ langsung terbayang tingkah mereka selama mengikuti belabar ini dan menjadi terharu dan berat untuk berpisah. Di sini juga sangat terasa praktik kasih sayang itu bisa diberikan ke siapa saja, tidak lagi dibatasi oleh label apakah mereka keluarga, saudara, teman atau orang yang kita kenal baik atau tidak. Terima kasih untuk semuanya.
• Anak-anak dari awal sampai akhir, dari pagi hingga malam masih penuh semangat, kita jadi tertular semangat mereka dan kagum dengan keterbukaan hati mereka. Mereka mudah bergaul dan mau ikut berpartisipasi dalam menghidupkan suasana belabar. Kedewasaan mereka muncul ketika kita tidak menganggap mereka anak-anak. Kebisaan mereka muncul ketika kita tidak menganggap mereka tidak bisa. Buddhadharma ada mengenai hidup, jadi tentu semua orang bisa, baik muda, tua, pria atau wanita.
• Saya senang sekali dengan diadakannya belabar di hari libur anak-anak. Saya lebih senang lagi ketika menyaksikan kedua anak saya bisa terbebas dari iPad dan ternyata mereka oke-oke saja.
• Anak-anak saya senang dan menikmati belabar ini, terutama dibimbing oleh kakak-kakak yang sabar dan fun. Biasanya mereka suka protes kalau diminta ikut retret, tapi ketika ditanyai setelah belabar, mereka langsung menjawab “enak … asyik.”
• Peserta yang saya daftarkan mengatakan, “Belabar ini seru banget, terima kasih banyak.” Bahkan ketika ingin diantar pulang dengan mobil, mereka mengatakan, “Mau ikut bis aja, biar bisa bareng dengan teman-teman.”
