‘Kacamata’ Yang Kupakai

Oleh Pengirim tidak diketahui
Dihantar pada 3 Juli 2026

Merasa Kekurangan dan Berlimpah


Ketika mengingat kembali hidup yang sudah saya lalui...

Betapa seringnya saya melihat hidup dari kacamata kekurangan dan merasa tidak puas. Merasa iri ketika melihat yang lain bisa hidup senang, mendapatkan barang-barang dan uang yang mereka inginkan dengan mudah tanpa bersusah payah. Dalam hati, rasanya ingin sekali mengalami kehidupan yang seperti itu dan menyalahkan orang tua yang tidak mampu memberi kehidupan seperti yang saya dambakan. Saya menyesali keadaan dan berusaha memperbaiki keadaan ekonomi keluarga.

Saya tidak menyadari kalau cara berpikir yang demikian adalah keliru - menyalahkan orang tua atas kehidupan yang saya alami. Sampai suatu hari saya bertemu dengan seorang teman yang menjalani hidupnya dengan landasan ‘kebaikan hati.’ Dalam hati saya berpikir, oh ... ternyata di dunia ini masih ada orang yang sangat baik hati. Kemudian dari beliaulah, saya mengenal Om Salim.

Mendengar Dharma yang disampaikan Om, saya merasa ‘klik’ - hidup berlandaskan kebaikan hati dengan cara membantu dan tidak merugikan yang lain, dalam berbisnis kita bisa jujur 100%, dan kita bisa mengubah dunia yang kita alami dengan cara mengubah cara pandang kita (work with our mind). Saya mulai mencari tahu, bagaimana cara untuk mengubah hidup yang serba kekurangan menjadi hidup yang berkecukupan dan berlimpah. Ternyata ini sangat erat kaitannya dengan cara pandang kita, yaitu belajar untuk melihat apa yang kita punya dan merasa cukup serta tidak perlu membandingkan hidup kita dengan yang lain. Ternyata sekecil atau sesedikit apapun yang kita punyai, itu cukup, dan kita bisa berbagi kepada yang lain. Sederhana.. tapi butuh tekad dan usaha yang berkelanjutan untuk bisa mengubah cara pandang yang seperti itu hingga mendarah daging dan muncul secara spontan dalam pikiran, ucapan, dan tindakan kita.

Sejak saat itu, saya bertekad untuk tidak menyalahkan siapapun atas apa yang saya alami, terutama pada orang tua saya. Saya merasa bersyukur mempunyai orang tua yang bisa mendidik anak-anaknya ke arah yang bajik. Sekarang dengan senang hati saya melakukan apapun untuk menyenangkan mereka. Dan saya merasa.. apa yang saya punya selama ini, ternyata lebih dari cukup. Selama ini saya hanya melihat dari kacamata kekurangan, hanya melihat apa yang tidak saya punya, dan tidak menyadari bahwa saya hidup berkecukupan dan berlimpah serta bisa berbagi dengan yang lain, baik berupa ide, tenaga, perhatian, uang, maupun hal-hal lainnya (semampu yang bisa saya lakukan). Dan saya merasa senang, dalam kehidupan kali ini punya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Terima kasih yang mendalam saya haturkan kepada Om Salim dan teman saya, karena berkat kebaikan hati mereka untuk berbagi Dharma yang bisa diterapkan dalam hidup sehari-hari, ini membawa perubahan dalam hidup saya, dalam keluarga, dan memberikan dampak yang luas terhadap orang-orang serta dunia yang saya alami.

Hidup adalah lahan untuk praktik. Bertindak baik dan lembutlah terhadap diri sendiri maupun yang lain. Jangan menyerah ketika menghadapi kesulitan-kesulitan yang muncul dalam hidup kita. Yang perlu kita latih adalah cara pandang kita dalam mengalami hidup ini. Gantilah ‘kacamata’ yang kita pakai. Seperti halnya, ketika kita memakai kacamata kuning maka dunia yang terlihat di hadapan kita, semuanya berwarna kuning. Demikian juga, ketika kita memakai ‘kacamata kebaikan hati’, maka kita bisa melihat dunia yang dipenuhi dengan kebaikan hati. Dan juga, ketika kita memakai ‘kacamata berkecukupan dan berlimpah’ maka dunia kita akan dipenuhi dengan rasa berkecukupan dan berlimpah.
Terima kasih.