Indahnya Buddhadharma

Oleh D
Dihantar pada 3 Juli 2026
Saya mempunyai seorang adik yang sakit semenjak kecil. Sebagai kakak, tentunya saya berharap agar adik hidup sehat seperti anak-anak lainnya. Usaha-usaha pengobatan sudah kami lakukan tetapi penyakit adik tak kunjung sembuh dan malah semakin memburuk. Emosi adik sangat labil dan ini membuat suasana rumah tidak tenang dan tidak nyaman. Semua orang di rumah stres. Seringkali saya bertanya mengapa keluarga saya harus menghadapi masalah seperti ini. Karena itu, saya seringkali bereaksi negatif terhadap adik yang sedang emosi dan timbul pikiran-pikiran negatif seperti menyalahkan orang tua dan sebagainya. Keadaan ini membuat saya sangat tidak bahagia dan ingin melarikan diri. Saya coba mencari kedamaian dengan mengikuti kebaktian minggu di vihara-vihara. Namun saya tidak menemukan kedamaian.

Pada tahun 2002, saya diajak teman untuk mengikuti retret singkat yang dibawakan oleh Om Salim. Awalnya tidak banyak yang saya pahami, apalagi harus mempraktikkan Buddhadharma dalam kehidupan sehari-hari. Namun saya terus berusaha untuk mendengarkan dan mempelajari Dharma dan berharap hidup saya akan berubah.

Kemudian saya baru mengerti bahwa untuk memahami ajaran Dharma diperlukan kumpulan potensi-potensi positif. Prajna akan muncul seiring dengan potensi-potensi positif (punya) yang dikumpulkan. Selain itu, memohon inspirasi sebelum mendengarkan ajaran akan sangat membantu untuk lebih mengerti Dharma. Beberapa tahun sesudah mengikuti retret, saya mulai lebih mengerti dan berusaha untuk mempraktikkan Buddhadharma terutama ketika menghadapi klesha (emosi-emosi dari dalam yang mengaduk ketenangan pikiran) sendiri.

Saya belajar untuk mengubah cara pandang saya dengan melihat masalah adik dari sudut pandang yang lain. Saya lebih memperhatikan adik dan berusaha mengurangi kemarahan-kemarahan dengan motivasi yang baik. Setelah sekian lama dan berkat kesabaran dan kebaikan Om dalam memberikan dukungan, bimbingan, dan ajaran, sekarang saya merasakan hidup yang lebih tenang. Saat ini yang lebih membahagiakan adalah emosi adik sudah lebih stabil.

Sikap kekeluargaan dan kepedulian teman-teman serta welas asih Om yang sangat luar biasa, memotivasi saya untuk datang ke diskusi mingguan. Semua potensi-potensi positif dari berbagi Dharma ini, saya dedikasikan untuk kesembuhan adik dan semua makhluk yang mengalami penderitaan.