Seiring dengan kasih dan doa, selamat tahun lama, selamat tahun baru ya.. selalu jaga diri dan hangatkan hati …
Salim
CATATAN AKHIR TAHUN
TETAPLAH SELALU BERSIKAP AYEM tentrem
Always maintain only a joyful mind
Dalam bahasa Jawa, kata "ayem tentrem" memiliki makna budaya yang dalam dan sering digunakan bersama untuk menggambarkan keadaan kedamaian dan keharmonisan batin.
"Ayem" dapat berarti tenang, tenteram, adem, suka atau damai, yang sering kali merujuk pada keadaan hati, pikiran atau emosi yang tenang.
"tentrem" berarti sentosa atau aman, yang biasanya menyiratkan rasa stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan.
Jika digabungkan, "ayem tentrem" menyiratkan rasa adem, damai dan kepuasan yang menyeluruh, baik secara mental maupun fisik.
Istilah ini berakar dalam filosofi dan spiritualitas Jawa, yang menekankan kehidupan yang harmonis secara lahir batin dan digunakan untuk mengekspresikan keadaan hidup ideal di mana ada harmoni, tidak ada gangguan, dan semuanya terasa aman dan seimbang.
Ayem tentrem cenderung diasosiasikan dengan orang-orang yang tidak fokus atau orang-orang yang tidak peduli dengan keadaan dunia atau terlalu asyik dengan diri sendiri untuk peduli.
Bagaimana kita bisa ayem tentrem ketika ada begitu banyak masalah? Bagaimana dengan masalah kegairahan dan keinginan? Bagaimana dengan peperangan, penindasan, prasangka, dan seterusnya? Lebih lebih, ayem tentrem tampak membosankan. Tidak ada drama di dalamnya. Supaya tidak jenuh, kita membutuhkan konflik, kemarahan, dan intensitas.
Ayem tentrem dijadikan resep utama dalam menjalani kehidupan ini oleh Acarya Dipamkara Srijnana Atisha dalam piwulang Budidaya beliau, seperti yang kemudian ditonjolkan oleh siswa beliau, Geshe Chekawa, sebagai moto dalam ‘Tujuh Pokok Budidaya’.
TETAPLAH SELALU BERSIKAP AYEM tentrem
ALWAYS MAINTAIN ONLY A JOYFUL MIND
Piwulang Budidaya dari Dipankara Srijnana Atisha
Moto 21 dari Tujuh Pokok Budidaya oleh Geshe Chekawa Yeshe Dorje (1101–1175)
Jelas slogan ini tidak merujuk pada jenis ayem tentrem yang menganggap ‘ketidaktahuan - ignorance’ sebagai bentuk ‘kebahagiaan - bliss’. Juga itu tidak menyiratkan bahwa semuanya baik-baik saja.
Buddhadharma dikenal karena mengutarakan apa adanya dan tidak beraling-aling dalam menghadapi kenyataan, yang mungkin dianggap pahit—kenyataan bahwa semuanya tidak baik-baik saja. Namun, kita tetap disarankan untuk ayem tentrem.
Dengan hati yang adem ayem, kita dapat menemukan kegembiraan terlepas dari keadaan apa pun. Kegembiraan tersedia di dalam, di saat-saat paling sederhana dalam hidup, dan bahkan, terkadang di saat-saat yang menyakitkan.
Seperti kegembiraan bayi yang tak terkondisi, muncul pada suatu saat yang sederhana seperti suara kerincingan atau melihat wajah yang dikenalnya. Jika kita menyingkirkan penilaian dan memerhatikan dengan saksama, kegembiraan sering muncul dari pengalaman yang paling sederhana, bahkan pikiran kacau, emosi, atau pengalaman sedih dapat menjadi gerbang atau dukungan di jalan menuju perasaan ayam tentrem.
Ini yang dipaparkan oleh Buddha dalam Dhammapada:
Susukham vata jivama
verinesu averino
verinesu manussesu
viharama averino.
Sungguh kita hidup ayem tentrem,
tidak benci terhadap siapa pun di antara mereka yang membenci;
di antara orang-orang yang dengki terhadap kita,
hidup tanpa dengki terhadap siapa pun.
Suskham vata jivama
ussukesu anussuka
ussukesu manussesu
viharama anussuka.
Sungguh kita hidup ayem tentrem,
tidak ngoyo memburu kesenangan, hidup di antara mereka yang ngoyo;
di antara mereka yang ngoyo,
kita hidup tanpa harus ngoyo.
Jayam veram pasavati
dukkham seti parajito
upasanto1 sukham seti
hitva jayaparajayam.
Kemenangan melahirkan permusuhan;
yang dikalahkan, hidup dalam penderitaan;
yang hidup ayem tentrem hanya yang telah hidup damai,
meninggalkan kemenangan dan kekalahan.
Jighacchaparama roga
Sankharaparama dukha
etam natva yathabhutam
nibbanam paramam sukham.
Rasa lapar adalah persakitan yang paling besar,
Tuntutan indrawi adalah penyakit yang paling besar.
Orang bijak, mengenali sebagaimana adanya.
Nirwana, tertanggulanginya rasa butuh, adalah kebahagiaan terbesar.
Selamat hari baru dan tahun baru semuanya!
Salim Lee
Bumi Borobudur
31 Desember 2024






