Transkripsi

Trishiksha/Tri-adhishiksha

Seperti halnya istilah dharma lainnya, Sila, Samadhi dan Prajna/Panna juga memiliki berbagai pengertian menurut berbagai tradisi. Ketiganya disebut Trishiksha, atau dalam tradisi Mahayana disebut Tri-adishiksha. Shiksha sering diterjemahkan sebagai Training, jadi TrishikshaThree training; Tri-adishikshaThree Higher Training: Adisila, Adisamadhi dan Adiprajna.

Tapi Shiksa artinya jauh lebih luas daripada sekedar ‘training’ atau ‘latihan,’ mungkin lebih mendekati arti ‘pendidikan dan latihan untuk menumbuhkembangkan suatu keterampilan.’ Misalnya, di India sampai sekarang masih digunakan istilah Sekolah Dasar, Elementary School: Sarva Shiksha Abhiyan. Sebetulnya ada kata Jawa yang mungkin lebih cocok untuk Shiksha, yakni Gulowentah.

Dalam Buddhadharma, Trishiksha/Adishiksha selalu ditekankan sebagai landasan utama cara hidup dan senantiasa harus ditumbuhkembangkan:

1. Sila – sebagai dasar disiplin hidup, atau kompas moral hidup tanpa kekerasan, tanpa pernah merugikan yang lain, dan kalau bisa selalu berguna buat yang lain.

2. Samadhi – berasal dari kata dasar sam+a-dha, yang artinya ‘mengumpulkan – to collect’ atau ‘menyatukan – bring together,’ makanya sering diterjemahkan sebagai ‘konsentrasi – concentration,’ ‘penyatuan – unification of mind.’ Di beberapa sutta diterangkan sebagai ‘citta-ekaggata’; one-pointedness of mind, yakni mental aktivitas yang terarah ke sesuatu, tidak terpencar-pencar, simpang siur ke mana-mana.

Kadang Samadhi diterjemahkan sebagai ‘concentration,’ ‘terpusatkan’ – (tapi) dalam pengertian bahwa yang disebut ‘sesuatu,’ ‘one-point’ atau ‘ekaggata’ ini tidak cuma satu objek tunggal dalam arti sempit, misalnya napas, tapi bisa juga ‘semuanya yang kita alami.’ Jadi Samadhi bisa memiliki objek tunggal tapi luas, misalnya: semua pengalaman kita dari saat ke saat: semua yang dilihat, didengar, dirasakan... dan yang ada di dalam: perasaan, pikiran, emosi, misalnya dalam teknik ‘open channel.’

Sati – perhatian – adalah jurusnya. Dengan adanya Sati, kita akan tahu jika ada emosi reaktif yang muncul dan kita bisa lebih terampil dalam merespons terhadap apa pun yang kita hadapi dalam hidup ini. Jadi Sati itu teknik utama dalam Samadhi.

3. Prajna/Panna – inteligen, pengetahuan, ketajaman pikir yang sering diterjemahkan sebagai wisdom. Artinya pengetahuan dan pengertian apa pun yang kita gunakan dalam hidup, dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan untuk bertindak. Ini yang menentukan kualitas hidup kita. Dan semakin ditumbuhkembangkan, kita semakin ‘titis’ (tepat, pas, kena sasarannya), semakin ‘wicaksono’ (bijaksana), tahu tindakan mana yang membawa penderitaan, yang mana yang menghilangkan penderitaan. Ini tujuannya.

***
Bunga Rampai: Kumpulan Ajaran Dharma oleh Upa. Salim Lee. Agustus 2017.

Baca Lebih Lanjut