Sutra

Sutra Katyayana Gotra [Samyuktagama 301]

Saṃyuktāgama SĀ 301 (Taishō 2.99 85a-86c1; paralel dengan Pāli SN 12.15)

terjemahan Bahasa Mandarin oleh Guṇabhadra (求那跋陀羅), tahun 435-443 Masehi.


Demikian yang saya dengar, suatu waktu Buddha tinggal di ruang tamu di hutan dekat kota Nādika. Waktu itu, Yang Mulia Katyāyana mendekati Buddha, bersujud di kaki Buddha; dan mundur ke satu sisi, dia berkata kepada Buddha: "Bhagavan: Bhagavan mengatakan 'pandangan tepat.' Apa yang Engkau maksud dengan pandangan tepat? Bagaimana Engkau mempunyai pandangan tepat?

Bhagavan berkata kepada Katyāyana: "Orang duniawi menggantungkan diri (依) pada dua kategori: ‘ada’ (有) dan ‘tidak ada’ (無). Karena memegang dan mencengkeram (所觸) pada yang dipegang dan dicengkeram, mereka menggantungkan diri pada ‘ada’ maupun ‘tidak ada.’ Tanpa sosok (取者), sebab dari keadaan mental (心境) keterikatan juga tidak dicengkeram.

[Mereka] tidak bersikeras, atau berpikir keliru tentang 計, 'aku.'

"Timbul adalah timbulnya duḥkha; berhenti adalah berhentinya duḥkha. Dia tidak ragu mengenai hal ini, tidak ada kebingungan, tidak skeptis (不由於) tentang itu, dan pengertiannya (jñāṇa) bersifat independen/tidak tergantung (自知).

Inilah yang disebut pandangan yang tepat/terintegrasi. Inilah pandangan tepat/ terintegrasi yang dinyatakan oleh Tathāgata (如來).

“Mengapa?”

"[Ketika] pemunculan dilihat secara tepat dan diketahui sebagai tepat, [maka] tidak ada ‘tidak ada apa-apa’ (無者) di alam ini. [Ketika] pemberhentian dilihat secara tepat dan diketahui sebagai tepat, [maka] tidak ada ‘benar-benar ada’ (有者) di alam ini.

Dengan demikian, bebas dari dua jalan buntu (二邊) [sehingga] disebut Jalan Tengah (中道).

Ini ada, itu ada. Ini muncul, itu muncul. Kesalahpengertian (無明) menyebabkan (緣) saṃskāra (行), sehingga seluruh kumpulan duḥkha (大苦聚) muncul. Ketika kesalahpengertian berhenti, maka saṃskāra berhenti, sehingga seluruh kumpulan duḥkha berhenti.

Ketika Buddha mengutarakan sūtra 經 ini, Yang Mulia Katyāyana mendengarkan apa yang dikatakan Buddha dan ‘arus’/āsrava (漏) berhenti, citta-nya bebas (解脫), dan dia menjadi Arhat (阿羅漢) (āluóhàn).

***

Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh tim Potowa Center.

Juli 2017.

Baca Lebih Lanjut